Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua Di Percaya Ketuai Persi Sumatera Barat - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Saturday, October 31, 2026

Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua Di Percaya Ketuai Persi Sumatera Barat

 


Estafet kepemimpinan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Sumatera Barat memasuki babak baru. Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dipercaya menakhodai PERSI Sumatera Barat untuk periode 2026--2030.


Dr. dr. Dovy terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) PERSI Sumatera Barat yang digelar di Hotel Truntum Padang, Sabtu (5/9). Ia menggantikan Dr. dr. Yusirwan Yusuf, Sp.B, Sp.BA, Subsp. D.A(K), MARS, FISQua, yang sebelumnya memimpin PERSI Sumatera Barat selama periode 2022--2026.


Kepengurusan PERSI Sumatera Barat periode 2026--2030 juga diperkuat oleh Direktur Utama RS Universitas Andalas, Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp.BTKV, Subsp.VE (K), FIATCVS, sebagai Wakil Ketua serta Direktur RSU Bunda Padang, dr. Helgawati, MM, sebagai Sekretaris Jenderal.


Tidak hanya menetapkan kepengurusan PERSI, Muswil tersebut juga menetapkan kepengurusan Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit Indonesia (MAKERSI) Wilayah Sumatera Barat periode 2026--2030.


Untuk posisi Ketua MAKERSI Sumatera Barat, Muswil mempercayakan kembali peran strategis tersebut kepada Dr. dr. Yusirwan Yusuf. Ia menggantikan dr. Azwir Dahlan, Sp.PD, M.Kes, yang memimpin MAKERSI Sumatera Barat pada periode 2022--2026.


Usai ditetapkan sebagai Ketua PERSI Sumatera Barat, Dr. dr. Dovy Djanas menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Namun, ia menegaskan amanah tersebut tidak dipandang sebagai tanggung jawab pribadi semata. Kepemimpinan PERSI, menurutnya, merupakan tanggung jawab bersama seluruh rumah sakit yang berada di bawah naungan organisasi tersebut.


"Terima kasih atas amanah yang diberikan. Ini bukan hanya amanah kepada saya secara pribadi, tetapi merupakan amanah yang harus kita jalankan bersama-sama. PERSI Sumatera Barat harus menjadi rumah bersama bagi seluruh rumah sakit untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman, dan menyelesaikan berbagai persoalan yang kita hadapi secara kolektif," ujar Dr. dr. Dovynext


Menurutnya, rumah sakit di Sumatera Barat saat ini berada dalam lingkungan pelayanan kesehatan yang terus berubah. Perubahan regulasi, perkembangan teknologi, tuntutan efisiensi, kebutuhan peningkatan mutu, hingga dinamika sumber daya manusia menjadi tantangan yang harus diantisipasi secara bersama.


Karena itu, kepengurusan PERSI Sumatera Barat periode 2026--2030 tidak cukup hanya menjalankan fungsi organisasi secara administratif. PERSI diharapkan mampu menjadi wadah yang dapat mengidentifikasi persoalan, mempertemukan berbagai kepentingan, serta mendorong lahirnya solusi yang dapat diterapkan bersama.


Dr. dr. Dovy menyebut terdapat lima tantangan utama yang akan menjadi perhatian PERSI Sumatera Barat dalam empat tahun ke depan. Pertama, dinamika regulasi dan kepatuhan. Kedua, transformasi digital dan perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI). Ketiga, tekanan pembiayaan rumah sakit tanpa mengorbankan mutu pelayanan.


Selanjutnya, tantangan keempat adalah fragmentasi sistem dan kesenjangan akses pelayanan antarwilayah, sedangkan tantangan kelima berkaitan dengan pemerataan kapasitas sumber daya manusia serta regenerasi kepemimpinan rumah sakit.


"Kalau kita melihat kondisi perumahsakitan saat ini, ada lima tantangan utama yang harus menjadi perhatian kita bersama. Pertama adalah dinamika regulasi dan kepatuhan. Kedua transformasi digital dan berkembangnya pemanfaatan AI. Ketiga tekanan pembiayaan yang harus kita hadapi tanpa menurunkan mutu. Keempat fragmentasi sistem dan kesenjangan akses antarwilayah. Dan yang kelima adalah pemerataan kapasitas SDM serta regenerasi kepemimpinan rumah sakit," katanya.


Ia menilai kelima persoalan tersebut tidak berdiri sendiri. Masing-masing memiliki keterkaitan yang kuat sehingga membutuhkan pendekatan yang terintegrasi. Transformasi digital, misalnya, bukan semata persoalan menyediakan perangkat teknologi. Di dalamnya terdapat persoalan pembiayaan, kesiapan SDM, keamanan data, interoperabilitas sistem, kepatuhan terhadap regulasi hingga tata kelola.


"Kelima tantangan ini saling berkaitan. Masalah digitalisasi, misalnya, bukan hanya masalah teknologi, tetapi juga menyangkut pembiayaan, kompetensi SDM, kepatuhan, keamanan data, dan tata kelola. Oleh sebab itu, kita tidak dapat mennyelesaikannya dengan pendekatan yang terpisah-pisah. Kita membutuhkan PERSI yang mampu menyatukan kekuatan dan mengorkestrasi solusi bersama," ujarnya

Salah satu agenda yang dinilai penting adalah penguatan kepatuhan terhadap regulasi. Menurut Dr. dr. Dovy, kepatuhan rumah sakit tidak boleh berhenti pada pemenuhan dokumen administratif. Lebih jauh, kepatuhan harus menjadi bagian dari budaya organisasi dan tercermin dalam setiap proses pelayanan.


"Regulasi tidak boleh dipahami hanya sebagai kewajiban administratif. Kepatuhan harus hadir dalam proses pelayanan, keselamatan pasien, tata kelola klinis, perizinan, pembiayaan, dan bukti implementasi akreditasi," tuturnya.


Pandangan tersebut menjadi penting di tengah semakin kompleksnya penyelenggaraan rumah sakit. Rumah sakit tidak hanya dituntut memberikan pelayanan medis, tetapi juga memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar mutu, keselamatan pasien dan tata kelola yang baik.


Karena itu, PERSI diharapkan dapat menjadi ruang berbagi pengalaman bagi rumah sakit dalam menghadapi berbagai perubahan regulasi sekaligus membantu anggota meningkatkan kapasitas tata kelola masing-masing.


Di sisi lain, perkembangan teknologi kesehatan akan menjadi bagian penting dalam transformasi perumahsakitan Sumatera Barat. Penerapan Rekam Medis Elektronik dan integrasi dengan SATUSEHAT menjadi bagian dari perubahan tersebut. Namun, Dr. dr. Dovy mengingatkan bahwa tingkat kesiapan rumah sakit di Sumatera Barat masih beragam.


"Kita harus jujur bahwa kesiapan setiap rumah sakit belum sama. Masih terdapat kesenjangan infrastruktur, kompetensi digital, interoperabilitas, keamanan data, dan kemampuan investasi. Ini menjadi pekerjaan bersama yang harus kita carikan solusinya," katanya.


Menurutnya, kondisi tersebut perlu direspons melalui kolaborasi. Rumah sakit yang telah memiliki pengalaman dan kapasitas lebih baik dalam transformasi digital dapat berbagi pengetahuan dengan rumah sakit lain yang masih menghadapi keterbatasan.


Selain digitalisasi, perkembangan AI juga dinilai akan memberikan pengaruh besar terhadap masa depan pelayanan kesehatan. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut harus dilakukan secara terukur dan bertanggung jawab.


"Pemanfaatan AI juga harus dilakukan secara hati-hati. Teknologi harus membantu tenaga kesehatan dan meningkatkan mutu keputusan, bukan menciptakan risiko baru. Karena itu, PERSI perlu membantu anggotanya melalui pendampingan, berbagi pengalaman, dan penyusunan tata kelola yang aman serta beretika," jelasnya.


Dengan demikian, adopsi teknologi tidak hanya mengejar aspek kecepatan dan efisiensi, tetapi tetap menempatkan keselamatan pasien, keamanan data dan etika sebagai prinsip utama

Tantangan lain yang tidak kalah penting adalah persoalan pembiayaan rumah sakit. Peningkatan biaya operasional, kebutuhan investasi teknologi, pengembangan fasilitas, serta tuntutan peningkatan kualitas pelayanan berlangsung di tengah kebutuhan rumah sakit untuk menjaga efisiensi.


Menurut Dr. dr. Dovy, efisiensi merupakan suatu keharusan, tetapi tidak boleh diterjemahkan sebagai upaya menekan biaya dengan mengorbankan kualitas pelayanan. "Biaya operasional dan kebutuhan investasi terus meningkat. Sementara itu, efisiensi tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan keselamatan pasien atau menurunkan kualitas pelayanan. Rumah sakit kecil dan menengah memerlukan dukungan lebih besar agar mampu bertahan dan berkembang," ujarnya.


Karena itu, PERSI diharapkan dapat menjadi wadah advokasi sekaligus forum pertukaran pengalaman mengenai strategi pengelolaan rumah sakit yang efisien, sehat secara finansial, namun tetap berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien.


Persoalan berikutnya yang menjadi perhatian adalah masih adanya fragmentasi dalam sistem pelayanan kesehatan dan kesenjangan akses antarwilayah. Dr. dr. Dovy melihat penguatan jejaring antar-rumah sakit menjadi salah satu bagian penting untuk menjawab persoalan tersebut.


"Kita masih menghadapi fragmentasi sistem dan ketimpangan akses antarwilayah. Koordinasi rujukan belum sepenuhnya optimal, distribusi kapasitas pelayanan belum seimbang, dan data antar-rumah sakit belum sepenuhnya terintegrasi," katanya.


Menurutnya, rumah sakit tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Penguatan sistem rujukan, komunikasi antar fasilitas pelayanan kesehatan, pertukaran informasi serta pemanfaatan data perlu terus dikembangkan.


Dengan jejaring yang semakin kuat, pelayanan pasien diharapkan dapat menjadi lebih terintegrasi dan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dapat dijawab secara lebih merata.


Di tengah perubahan teknologi dan sistem pelayanan kesehatan, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor yang sangat menentukan. Dr. dr. Dovy menilai SDM rumah sakit tidak hanya dituntut memiliki kompetensi profesional sesuai bidangnya, tetapi juga harus mampu mengikuti perkembangan teknologi, memahami tata kelola dan memiliki kemampuan manajerial.


Persoalan tersebut semakin penting ketika dikaitkan dengan kebutuhan regenerasi kepemimpinan rumah sakit. Menurutnya, rumah sakit perlu menyiapkan calon-calon pemimpin masa depan secara sistematis agar keberlanjutan transformasi tidak bergantung pada satu figur pemimpin

 Pada saat yang sama, kompetensi SDM, khususnya kompetensi digital dan manajerial, belum merata. Kita juga harus mulai menyiapkan regenerasi kepemimpinan secara sistematis. Apabila kita tidak menyiapkan pemimpin rumah sakit masa depan mulai sekarang, transformasi yang kita bangun berisiko tidak berkelanjutan," tegasnya.


Dengan berbagai tantangan tersebut, Dr. dr. Dovy menempatkan kolaborasi sebagai salah satu fondasi utama kepemimpinannya. PERSI Sumatera Barat diharapkan tidak hanya menjadi organisasi yang menaungi rumah sakit, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk bertukar pengetahuan, memperkuat jejaring, membangun inovasi dan menyelesaikan persoalan perumahsakitan secara kolektif.


"Mari kita jadikan PERSI Sumatera Barat sebagai rumah bersama, tempat kita saling menguatkan, menyelesaikan persoalan secara kolektif, dan menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin bermutu bagi masyarakat," ajaknya.


Ia berharap kepengurusan PERSI Sumatera Barat periode 2026--2030 mampu membangun organisasi yang semakin solid sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan kesehatan di Sumatera Barat. "Bersama, kita bangun rumah sakit Sumatera Barat yang tangguh, adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan," pungkasnya.


Sementara itu, Ketua Umum PERSI Pusat yang diwakili Anggota Kompartemen Hukum, Advokasi, Mediasi dan Organisasi PERSI, Uud Cahyono, SH, MARS, CLA, menyampaikan harapan agar kepengurusan baru PERSI Sumatera Barat dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik.


Menurutnya, kepengurusan periode 2026--2030 diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menjawab berbagai tantangan yang dihadapi dunia perumahsakitan. "PERSI Wilayah Sumatera Barat diharapkan dapat menjadi organisasi yang semakin solid, mampu menjawab tantangan perumahsakitan, serta memperkuat kolaborasi antar-rumah sakit dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Uud.


Harapan serupa disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, dr. Aklima, MPH. Ia menilai keberadaan PERSI memiliki posisi strategis dalam mendukung pemerintah daerah membangun sistem pelayanan kesehatan yang semakin kuat.


"Mari kita bangun kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, rumah sakit, PERSI, organisasi profesi dan seluruh pemangku kepentingan," kata dr. Aklima

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS