Andrew Arsya Mandala, Utusan Tim Nasional Pagelaran Kesenian Internasional ke Singapore
PADANG - Andrew Arsya Mandala, pelajar kelas tiga SMP Negeri 2 Padang, mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kota Padang pada Jumat, 25 September 2026.
Kedatangan Andrew bertujuan untuk berpamitan langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, H. Yovi Krislova, sebelum bertolak ke Singapore sebagai peserta pagelaran seni internasional.
Dalam pertemuan tersebut, Andrew didampingi langsung oleh Kepala SMPN 2 Padang, Dina Ayudia, M. Kom., beserta sejumlah guru dan tenaga pengajar.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, H. Yovi Krislova, mengonfirmasi bahwa Andrew merupakan satu-satunya pelajar tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dari Kota Padang yang berhasil terpilih. Ia bergabung dengan Tim Pagelaran Kesenian Nasional tingkat SMP se-Indonesia.
"Andrew akan bergabung dengan Tim Nasional untuk mengikuti acara pagelaran seni di Singapore yang dihelat pada tanggal 27 September 2026 mendatang," ujar Yovi Krislova usai menerima kunjungan pamitan tersebut.
Sebelum menghadap Kadisdik, Andrew sempat berbincang dengan awak media mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ia terima sebagai peserta didik di SMPN 2 Padang. Remaja yang dikenal sopan ini mengaku sangat menyukai menu MBG yang selalu bervariasi setiap harinya.
Selain rasa yang enak, Andrew merasakan dampak ekonomi langsung dari program ini. Dari uang jajan Rp 20.000 per hari yang diberikan orang tuanya, kini ia bisa menabung sebagian besar uang tersebut.
"Kehadiran MBG menguntungkan sekali, Om. Saya bisa menabung Rp 15.000 per hari karena uang jajan dari orang tua hanya dibelanjakan sekitar Rp 5.000 saja untuk beli camilan di sekolah," ungkap Andrew.
Diamati, hingga saat ini, pelaksanaan program MBG di Kota Padang berjalan kondusif tanpa adanya laporan negatif atau masalah kesehatan yang dialami oleh para siswa penerima manfaat, berbeda dengan dinamika minor yang sempat terjadi di sebagian kecil daerah lain.
Kelancaran program ini dinilai tidak lepas dari pengawasan ketat yang melibatkan kepala daerah bersama para kepala sekolah.
Keterlibatan pihak sekolah dan dinas ini membuat pengusaha pelaksana dapur MBG lebih berhati-hati dalam menyalurkan makanan.
Sinergi pengawasan yang tidak hanya bertumpu pada Badan Gizi Nasional (BGN), Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG), dan pemilik dapur MBG ini terbukti mampu menjamin kualitas serta pemenuhan gizi sajian bagi para didik.(Obral Chaniago).


"
/>



No comments:
Post a Comment