AROSUKA - Bencana alam banjir bandang (galodo) dan tanah longsor melanda kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari.
Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, titik longsor utama terjadi pada perbukitan di hulu Sungai Batang Laso yang terletak persis di belakang kompleks perkantoran. Material longsor berupa batu-batu besar, pasir, lumpur, dan gelondongan kayu kemudian hanyut terbawa aliran air sungai dan drainase yang meluap, lalu menghantam kawasan di bawahnya.
Waktu Kejadian dan Wilayah Terdampak
Musibah ini terjadi pada pukul 19.45 WIB Senin, 21 September 2026. Aliran air bah susulan dilaporkan kembali menerjang pada pukul 21.00 WIB.
Adapun daerah lokasi yang paling parah terdampak banjir dan longsor ini berada di kawasan Arosuka, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, serta sempat merembet ke area pemukiman warga di sekitarnya.
Dampak Kerusakan Rumah Warga dan Fasilitas Pemerintah
Material galodo langsung menerjang puluhan rumah warga di sekitar Kompleks Pemkab Solok yang berada di aliran air.
Setidaknya puluhan kepala keluarga (KK) terdampak langsung, dan hingga saat ini sebanyak 8 KK dengan total 36 jiwa terpaksa diungsikan sementara ke kediaman Wakil Bupati Solok karena rumah mereka mengalami kerusakan.
Bencana ini juga melumpuhkan pusat pelayanan publik. Tercatat 11 kantor pemerintahan Pemerintah Kabupaten Solok mengalami kerusakan dengan klasifikasi:
Rusak Berat (Terdampak Parah): Gedung Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Gedung DPRD Kabupaten Solok, Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN), serta Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Balitbang). Fasilitas di kantor-kantor ini dipenuhi lumpur, bebatuan besar berserakan di dalam ruangan, dan peralatan arsip elektronik hanyut terbawa arus.
Rusak Sedang/Ringan: Beberapa gedung kedinasan lain di sekitar area luar kompleks yang mengalami pagar jebol serta pekarangan tertimbun lumpur tebal.
Total Kerugian: Hingga berita ini diturunkan, nilai totalitas kerugian rumah warga dan faslitas perkantoran pemerintah masih dalam tahap pendataan dan kalkulasi (asesmen) oleh tim terkait, namun diperkirakan mencapai miliaran rupiah mengingat banyaknya fasilitas elektronik, dokumen, kendaraan perkantoran, dan infrastruktur jembatan yang terputus.
Peristiwa ini juga mengakibatkan 4 orang warga mengalami luka-luka (1 luka berat dan 3 luka ringan).
Institusi yang Menangani di Lokasi
Dalam penanganan darurat bencana ini, institusi pemerintah yang terjun langsung bahu-membahu di lokasi kejadian meliputi:
BPBD Kabupaten Solok bersama Tim Reaksi Cepat (TRC), Personil TNI (Kodim 0309/Solok), Personil Polri (Polres Solok Arosuka), Tim Dinas Sosial dan Tagana Kabupaten Solok, serta Tim pemadam Kebakaran dan Relawan Kebencanaan setempat.
Kondisi Akses Jalan Lintas
Luapan material galodo sempat mengakibatkan ruas jalan raya nasional utama lintas Solok-Padang (tepat di depan Kantor Bupati) lumpuh total dan sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan karena tertimbun batu, lumpur, dan pohon tumbang (saat hari pertama bencana ini).
Kondisi Saat ini (Selasa, 22 Setember 2026): Berkat pengerahan alat-alat berat dari Dinas PUPR dibantu petugas gabungan, material yang menyumbat badan jalan lintas sekarang telah dapat dilalui kembali secara bertahap dengan sistem buka-tutup, namun pengendara tetap diminta waspada karena kondisi jalan yang masih licin akibat sisa lumpur.
Himbauan Bupati Solok
Bupati Solok, Jon Firman Pandu, meminta seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Beliau menyampaikan pendapat dan instruksi tegas kepada warga:
"Pemerintah daerah saat ini fokus pada evakuasi warga dan pembersihan fasilitas publik. Kami menghimbau dengan sangat kepada seluruh masyarakat Kabupaten Solok, terutama yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai, tebing, perbukitan, dan kawasan rawan longsor, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan penuh. Cuaca ekstrem dan hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi. Jika situasi di sekitar tempat tinggal mulai membahayakan, segera mengungsi ke posko darurat atau tempat yang lebih aman. Utamakan keselamatan jiwa terlebih dahulu." (Obral Chaniago).


"
/>



No comments:
Post a Comment