Intervensi Mahasiswa KKN Unand: Transisi Menuju Pertanian Berkelanjutan di Nagari Padang Sibusuk - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Wednesday, September 9, 2026

Intervensi Mahasiswa KKN Unand: Transisi Menuju Pertanian Berkelanjutan di Nagari Padang Sibusuk

  Penulis / PIC Program: Fariz Alfawwaz


NIM: 2310241040


Pprodi / Fakultas: Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian


Tim KKN: KKN Reguler II – Nagari Padang Sibusuk Tahun 2026


Sasaran Program: Kelompok Tani, Lahan Pertanian Warga, dan Masyarakat Nagari Padang Sibusukp

Edukasi teknis mengenai pupuk organik cair dan ekstraksi pestisida botani dilakukan untuk menekan residu kimia sintetis dan memperbaiki struktur tanah secara empiris.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler II Universitas Andalas (Unand) melakukan intervensi agronomis di Nagari Padang Sibusuk untuk menekan tingkat ketergantungan petani terhadap input kimia sintetis komersial. Diinisiasi oleh Fariz Alfawwaz, mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi (NIM: 2310241040), program pengabdian tahun 2026 ini menitikberatkan pada introduksi teknologi tepat guna berupa pembiakan jamur Jakaba sebagai Pupuk Organik Cair (POC) dan formulasi pestisida nabati dari ekstrak daun pepaya.

Berdasarkan observasi lapangan, mayoritas lahan budidaya di Nagari Padang Sibusuk dikelola dengan sistem konvensional yang sangat bertumpu pada pupuk dan pestisida anorganik. Aplikasi bahan kimia berlebih secara kontinu dapat menyebabkan degradasi makrofauna dan mikroorganisme tanah, serta memicu fluktuasi pH tanah yang menghambat serapan unsur hara oleh tanaman. Kondisi ini secara akumulatif memperbesar rasio biaya operasional terhadap hasil panen yang didapatkan oleh kelompok tani setempat.

Sebagai upaya remediasi lahan, tim KKN mentransfer teknologi pembiakan jamur Jakaba (Jamur Keberuntungan Abadi). Agens hayati ini dipilih karena kapabilitasnya bertindak layaknya Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang kaya akan unsur hara makro dan mikro, sekaligus membantu memulihkan porositas tanah yang memadat akibat residu pupuk kimia.

Dalam pelaksanaan di lapangan, kelompok tani diberikan pendampingan teknis mengenai proses fermentasi. Proses ini memanfaatkan limbah domestik yang kaya karbohidrat dan unsur mikro, seperti air cucian beras, yang direaksikan dengan unsur glukosa dari gula. Pada sesi demonstrasi, petani difasilitasi untuk melakukan inokulasi awal dan observasi visual terhadap miselium jamur, serta dibekali lembar instruksi teknis agar proses reproduksi POC dapat diskalakan secara mandiri di lahan masing-masing.

Fase kedua intervensi menyasar pada manajemen Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Penggunaan pestisida sintetis berspektrum luas yang selama ini diterapkan petani berisiko tinggi memicu resistensi hama, matinya musuh alami (predator hama), serta tingginya residu kimia pada jaringan tanaman. Untuk mengatasi hal ini, Fariz mengarahkan pemanfaatan daun pepaya (Carica papaya) yang secara alami mengandung enzim papain dan senyawa alkaloid karpain.

Berdasarkan literatur entomologi pertanian, senyawa aktif karpain bekerja efektif sebagai penurun nafsu makan (antifeedant) sekaligus racun kontak bagi beberapa spesies hama serangga. Demonstrasi pembuatan pestisida botani ini meliputi proses ekstraksi maserasi—yakni penghancuran mekanis daun pepaya—yang dilanjutkan dengan pencampuran pelarut air dan penambahan agen perekat (surfaktan) organik untuk meningkatkan viskositas larutan. Produk akhir kemudian disaring dan langsung diaplikasikan menggunakan alat semprot punggung (knapsack sprayer) pada petak lahan percontohan.

Inovasi bahan organik ini diproyeksikan mampu menurunkan persentase belanja sarana produksi pertanian (saprotan) kelompok tani di Nagari Padang Sibusuk. Penerapan POC Jakaba dan pestisida nabati secara konsisten diharapkan dapat merestorasi keseimbangan agroekosistem lokal sekaligus menghasilkan produk panen yang lebih aman bagi konsumen.


 

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS