Tim Pengabdian Lintas Departemen Faperta Unand Gelar Penyuluhan Ketahanan Pangan Sehari Penuh di Ampek Koto Palembayan - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Wednesday, August 12, 2026

Tim Pengabdian Lintas Departemen Faperta Unand Gelar Penyuluhan Ketahanan Pangan Sehari Penuh di Ampek Koto Palembayan



Penulis: Muslimatuz Zahira dan Muhzalifah


Kamis, 06/08/2026 | 09.30 WIB s.d. selesai


Tim Pengabdian Lintas Departemen Fakultas Pertanian Universitas Andalas menggelar rangkaian penyuluhan ketahanan pangan sehari penuh di Nagari Ampek Koto Palembayan, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, pada Kamis (6/8/2026). Kegiatan dibagi dua sesi dengan sasaran peserta berbeda: sesi pagi di Bateh Tinggi, Jorong Piladang, ditujukan bagi Kelompok Tani Bukik Bulek serta perwakilan kelompok tani dari 7 jorong di Nagari Ampek Koto Palembayan, sementara sesi sore di Piladang Bawah secara khusus menyasar ibu-ibu PKK, perwakilan kader Posyandu, serta ibu-ibu masyarakat setempat.  



Kabupaten Agam merupakan salah satu wilayah di Sumatera Barat yang beberapa waktu terakhir menghadapi persoalan bencana hidrometeorologi, termasuk banjir bandang atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai galodo. Bencana tersebut kerap membawa material lumpur, batu, dan kayu dari kawasan perbukitan ke lahan pertanian warga di bagian hilir, sehingga mengubah struktur dan kesuburan tanah di sejumlah titik, termasuk di kawasan Nagari Ampek Koto Palembayan.  


Kondisi tersebut turut mempengaruhi produktivitas lahan pertanian warga, khususnya bagi kelompok tani yang selama ini menggantungkan penghasilan dari hasil bumi seperti jagung dan tanaman pangan lain. Pemulihan lahan pasca galodo pun membutuhkan pendekatan yang tidak sederhana, karena harus memperhitungkan kondisi tanah, topografi lereng, hingga potensi risiko susulan apabila pengelolaan lahan tidak dilakukan secara tepat.  


Atas dasar itulah, Fakultas Pertanian Universitas Andalas menerjunkan tim pengabdian yang melibatkan dosen lintas departemen untuk memberikan pendampingan langsung kepada masyarakat terdampak. Program ini dirancang tidak hanya menyasar aspek teknis budidaya pertanian, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan rumah tangga melalui pemanfaatan pekarangan, sekaligus melestarikan komoditas lokal seperti aren yang mulai jarang diregenerasi oleh masyarakat.  


Kegiatan ini diketuai oleh Dr. P.K. Dewi Hayati selaku ketua pelaksana pengabdian masyarakat, dengan menghadirkan sejumlah dosen dari berbagai departemen di Fakultas Pertanian Unand, yaitu Prof. Dr. Dian Fiantis, Prof. Dr. Hasmiandy Hamid, dan Prof. Dr. Warnita. Keempat akademisi tersebut berasal dari bidang keilmuan yang berbeda, mulai dari ilmu tanah, proteksi tanaman, hingga budi daya pertanian, sehingga penyuluhan yang diberikan mencakup pendekatan yang saling melengkapi. Rangkaian penyuluhan ini berfokus pada tiga isu utama: inovasi budidaya jagung di lahan pasca galodo, pemanfaatan sayuran pekarangan, dan pembibitan aren lokal.  


Selain unsur dosen, kegiatan turut melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unand yang tengah ditempatkan di nagari tersebut. Mahasiswa berperan membantu persiapan teknis, termasuk penataan lokasi kegiatan, pendampingan peserta selama sesi berlangsung, hingga dokumentasi jalannya acara di kedua lokasi. Sehari sebelum pelaksanaan, mahasiswa bersama perangkat jorong setempat melakukan gotong royong membersihkan lokasi kegiatan di Bateh Tinggi maupun Piladang Bawah, sekaligus menyiapkan tempat duduk dan peralatan yang dibutuhkan untuk sesi penyuluhan dan demonstrasi. 


Kegiatan turut mendapat dukungan dari perangkat Nagari Ampek Koto Palembayan, yang membantu mengkoordinasikan kehadiran peserta di masing-masing sesi. Koordinasi ini dinilai penting mengingat kedua sesi digelar di lokasi yang berbeda dengan rentang waktu yang cukup padat dalam satu hari, sehingga dibutuhkan persiapan matang agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai jadwal.  


Sesi pagi berlangsung pukul 09.30–12.30 WIB di Bateh Tinggi, Jorong Piladang. Selain dihadiri oleh Kelompok Tani Bukik Bulek sebagai mitra utama, sesi ini juga turut mengundang perwakilan kelompok tani dari seluruh jorong yang ada di Nagari Ampek Koto Palembayan, yaitu sebanyak 7 jorong. Kelompok Tani Bukik Bulek merupakan salah satu kelompok tani aktif di Jorong Piladang yang selama ini mengelola sejumlah lahan pertanian, termasuk lahan yang sempat terdampak material galodo. Kelompok ini menjadi mitra utama Tim Pengabdian Lintas Departemen Fakultas Pertanian Unand dalam program pemulihan lahan pasca bencana, khususnya melalui pengembangan demplot percontohan budidaya jagung. 


Kegiatan dibuka dengan sambutan Dr. P.K. Dewi Hayati, yang menjelaskan bahwa program ini tidak hanya diarahkan pada budidaya jagung, tetapi juga mencakup pemanfaatan lahan pekarangan untuk sayuran serta regenerasi tanaman aren lokal sebagai bagian dari upaya mendukung kebutuhan pangan masyarakat. Ia menambahkan bahwa pemilihan komoditas jagung sebagai fokus utama sesi pagi didasarkan pada karakteristik lahan pasca galodo yang dinilai masih memungkinkan untuk ditanami tanaman semusim tersebut.  


Materi pertama disampaikan Prof. Dr. Dian Fiantis mengenai kondisi tanah dan pertanian di wilayah Ampek Koto Palembayan. Ia menjelaskan wilayah tersebut memiliki kondisi lereng yang cukup curam, dengan kemiringan yang dapat mencapai lebih dari 30 persen, sehingga menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan pertanian berkelanjutan. Menurutnya, kemiringan lahan yang tinggi membuat petani perlu memperhatikan teknik pengolahan tanah agar tidak memicu erosi, terutama pada lahan yang sebelumnya terdampak material galodo.  


Prof. Dr. Dian juga mendorong petani mengolah sisa tanaman jagung menjadi kompos, bukan membakarnya. "Bapak Ibu, jangan dibakar. Dijadikan kompos," ujarnya, seraya menjelaskan bahwa pembakaran dapat menghilangkan kandungan organik dalam bahan tanaman. Ia menambahkan, bahan organik juga bisa diperoleh dari sisa dapur seperti kulit telur dan kulit bawang untuk mendukung perbaikan tanah. Pendekatan ini, menurutnya, sejalan dengan prinsip pertanian berkelanjutan yang memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar tanpa memerlukan biaya tambahan yang besar bagi petani.  


Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. P.K. Dewi Hayati mengenai pupuk hayati dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Ibu PK Dewi menjelaskan bahwa pemanfaatan pupuk hayati dapat membantu meningkatkan serapan hara tanaman sekaligus menjadi salah satu upaya untuk mengurangi penggunaan pupuk sintetis. Mikroorganisme yang terdapat dalam pupuk hayati dapat membantu akar tanaman dalam menyerap unsur hara secara lebih efisien sehingga kebutuhan terhadap pupuk kimia dapat ditekan. Materi tersebut juga dikaitkan dengan penerapannya pada demplot jagung yang telah dikembangkan oleh tim pengabdian.


Dalam penjelasan mengenai PGPR, Ibu PK Dewi memperkenalkan PGPR sebagai salah satu bentuk pemanfaatan mikroorganisme yang berada di sekitar perakaran tanaman dan dapat membantu mendukung pertumbuhan tanaman. Peserta juga diberikan penjelasan mengenai pembuatan PGPR. Penjelasan tersebut diberikan agar masyarakat tidak hanya mengetahui manfaat pupuk hayati, tetapi juga memiliki gambaran mengenai pemanfaatannya secara lebih mandiri dalam kegiatan budidaya.


Materi terakhir sesi pagi disampaikan Prof. Dr. Hasmiandy Hamid mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman jagung, dengan menekankan pentingnya pengamatan berkala agar gejala serangan dapat dikenali sejak dini. Ia menjelaskan bahwa keterlambatan penanganan hama maupun penyakit tanaman kerap menjadi penyebab utama gagalnya panen, sehingga peserta diarahkan untuk rutin memeriksa kondisi tanaman minimal seminggu sekali, terutama pada fase pertumbuhan awal jagung yang lebih rentan terhadap gangguan organisme pengganggu tanaman.  


Setelah sesi tanya jawab, Tim Pengabdian Lintas Departemen Dosen Fakultas Pertanian Unand menyerahkan sejumlah sarana produksi pertanian kepada Kelompok Tani Bukik Bulek, berupa PGPR Bio Boost, Trichoderma, sprayer, dan benih jagung. Bantuan ini diharapkan dapat langsung dimanfaatkan petani untuk mendukung penerapan materi yang telah disampaikan, khususnya dalam pengendalian hama secara alami serta perbaikan kesuburan tanah pasca galodo.  


Salah satu perwakilan Kelompok Tani Bukik Bulek yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas pendampingan yang diberikan tim dosen Faperta Unand. "Kami sangat terbantu dengan adanya bimbingan seperti ini, apalagi setelah kondisi lahan berubah pasca galodo. Materi soal pupuk hayati dan kompos ini akan langsung kami coba terapkan di lahan kelompok," ujarnya.  


Kegiatan sesi pagi ditutup dengan peninjauan langsung ke demplot jagung bersama perwakilan kelompok tani, di mana Dr. P.K. Dewi Hayati dan sejumlah dosen lain berdiskusi langsung dengan petani mengenai kondisi tanaman yang telah ditanam sebelumnya di lahan percontohan tersebut. Diskusi di lapangan ini turut membahas rencana perluasan area demplot pada musim tanam berikutnya, apabila hasil panen pada lahan percontohan menunjukkan perkembangan yang baik.  


Rangkaian penyuluhan dilanjutkan pada sore hari, mulai pukul 15.00 WIB, di Piladang Bawah. Sesi sore ini secara khusus mengundang ibu-ibu PKK, perwakilan kader Posyandu, serta ibu-ibu masyarakat setempat. Jika sesi pagi mencakup tiga topik sekaligus, sesi sore ini secara khusus memperdalam materi sayuran pekarangan yang telah diperkenalkan sebelumnya, dengan Prof. Dr. Warnita hadir sebagai narasumber utama. Pemilihan waktu sore hari dinilai lebih sesuai dengan kesibukan ibu-ibu di jorong tersebut, yang pada pagi hingga siang umumnya masih disibukkan dengan urusan rumah tangga.  


Dr. P.K. Dewi Hayati kembali memberikan sambutan, menjelaskan alasan sesi ini secara khusus menyasar ibu-ibu rumah tangga, pengurus PKK, serta kader Posyandu, mengingat merekalah yang paling sering mengelola kebutuhan pangan dan gizi keluarga di tingkat rumah tangga. Ia menyampaikan bahwa jika sesi pagi lebih menyasar skala lahan pertanian melalui kelompok tani, maka sesi sore ini menyasar skala yang lebih kecil namun tidak kalah penting, yaitu pekarangan rumah masing-masing keluarga.  


Prof. Dr. Warnita kemudian memaparkan jenis sayuran yang cocok ditanam di lahan sempit, teknik penyiapan media tanam, hingga cara perawatan tanaman agar tumbuh optimal meski hanya menggunakan pot atau polybag. Ia turut menjelaskan cara sederhana mengatur jarak tanam dan penyiraman agar sayuran yang ditanam di pekarangan sempit tetap bisa tumbuh optimal, termasuk trik memanfaatkan wadah bekas seperti kaleng atau ember rusak sebagai media tanam alternatif.  


Sesi ini juga diisi dengan demonstrasi langsung bercocok tanam. Mahasiswa KKN bersama narasumber memperagakan tahapan menanam sayuran, mulai dari menyiapkan media tanam, menyemai bibit, sampai menata tanaman di lahan terbatas, dan ibu-ibu peserta turut mempraktekkannya secara langsung.  


Tak hanya edukasi budidaya tanaman, sesi sore semakin interaktif dengan adanya penyuluhan dan demonstrasi pengolahan hasil panen. Mahasiswa KKN Unand, Syabria Syukra, memberikan penyuluhan khusus mengenai pembuatan nugget sayur. Edukasi ini memberikan inovasi bagi ibu-ibu PKK dan kader Posyandu dalam mengolah sayuran hasil pekarangan menjadi hidangan yang menarik, bergizi, dan disukai anak-anak, sekaligus sebagai upaya mendukung pencegahan stunting dan pemenuhan gizi keluarga.  


Prof. Dr. Warnita menekankan bahwa pekarangan rumah memiliki potensi besar sebagai sumber pangan tambahan apabila dikelola dengan tepat. "Pekarangan rumah, meskipun sempit, dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menanam sayuran yang bermanfaat bagi kebutuhan pangan sehari-hari," ujarnya. Ia menambahkan bahwa kebiasaan menanam sayuran sendiri di rumah juga dapat membantu keluarga memastikan ketersediaan sayuran segar tanpa harus selalu bergantung pada pembelian di pasar.  


Dr. P.K. Dewi Hayati berharap materi yang disampaikan sepanjang hari itu tidak berhenti pada sesi penyuluhan, tetapi benar-benar diterapkan peserta, baik kelompok tani maupun ibu-ibu, di lahan dan pekarangan masing-masing. "Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penyuluhan semata, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat di Nagari Ampek Koto Palembayan," katanya.  


Salah satu ibu-ibu peserta asal Piladang Bawah turut menyampaikan kesannya usai mengikuti sesi demonstrasi. "Ternyata menanam sayur di pekarangan tidak sesulit yang saya kira, bisa pakai ember bekas juga. Apalagi tadi diajarkan buat nugget sayur oleh mahasiswa KKN, sangat bermanfaat untuk variasi makanan anak-anak di rumah," katanya.  


Sesi sore ditutup dengan pembagian benih sayuran kepada peserta, sebagai bekal awal bagi ibu-ibu untuk langsung mempraktekkan materi yang telah diperoleh di pekarangan rumah masing-masing. Panitia turut menyampaikan bahwa mahasiswa KKN akan melakukan pemantauan berkala ke rumah-rumah peserta guna memastikan benih yang dibagikan benar-benar ditanam dan dirawat sesuai arahan yang telah diberikan.  


Rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat lintas departemen Fakultas Pertanian Unand di Nagari Ampek Koto Palembayan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan dan penguatan sektor pertanian melalui pemanfaatan potensi lokal. Budidaya jagung di lahan pasca galodo, pemanfaatan sayuran pekarangan, pembibitan aren lokal, hingga diversifikasi olahan pangan seperti nugget sayur menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat nagari.  


Dengan menyasar dua kelompok berbeda dalam satu hari, yakni perwakilan kelompok tani se-Nagari Ampek Koto Palembayan pada sesi pagi dan ibu-ibu PKK, kader Posyandu, serta warga pada sesi sore, kegiatan ini diharapkan menjangkau ketahanan pangan dari dua sisi sekaligus: skala lahan pertanian dan skala pekarangan rumah tangga. Pendekatan lintas departemen yang melibatkan bidang ilmu tanah, proteksi tanaman, dan budidaya pertanian juga memperlihatkan bahwa persoalan pemulihan lahan pasca bencana memerlukan penanganan yang saling terhubung.  


Bantuan sarana produksi pertanian yang diserahkan kepada Kelompok Tani Bukik Bulek, ditambah pembagian benih sayuran kepada ibu-ibu, diharapkan menjadi modal awal bagi masyarakat untuk langsung mempraktekkan pengetahuan yang diperoleh.  


Ke depan, keberlanjutan program semacam ini dinilai penting agar masyarakat Nagari Ampek Koto Palembayan tidak hanya pulih dari dampak bencana, tetapi juga semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi sehari-hari. Tim Pengabdian Lintas Departemen Fakultas Pertanian Unand menyatakan akan terus memantau perkembangan demplot jagung maupun pekarangan sayuran warga selama masa penempatan KKN berlangsung, sekaligus membuka ruang konsultasi bagi masyarakat yang menghadapi kendala dalam penerapan materi yang telah diberikan. 





No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS