Menyemai Karakter di Lorong Madrasah: Catatan Spiritual dari Kabid Penmad Kanwil Kemenag Sumbar - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Saturday, August 29, 2026

Menyemai Karakter di Lorong Madrasah: Catatan Spiritual dari Kabid Penmad Kanwil Kemenag Sumbar




Sore itu, 24 Agustus 2026, ruang kerja Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kemenag Sumatera Barat terasa sejuk, kontras dengan kota Padang. Di balik mejanya, Dr. H. Tan Gusli, S. FIL. I., M. A., menerima kunjungan media dengan senyum hangat. 

Perbincangan kami mengalir, bukan sekadar tentang angka statistik, melainkan tentang jiwa dan masa depan generasi penerus bangsa yang sedang ditempa di lembaga pendidikan berbasis agama Islam ini. 


Bagi Tan Gusli, madrasah bukanlah tempat transfer ilmu pengetahuan semata. Lebih dari itu, madrasah adalah kawah candradimuka bagi pembentukan ruhani. Pada tahun ajaran 2026/2027 yang tengah berjalan ini, Kanwil Kemenag Sumbar memikul amanah besar mengasuh ratusan ribu siswa dan siswi.

Mereka tersebar di ribuan lembaga mulai dari jenjang Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), Madrasah Aliyah (MA), baik yang berstatus negeri maupun swasta. 


"Pendidikan spiritual siswa pembentukan karakter, akhlak mulia, dan kasadaran relugius. 

Semua ini diwujudkan melalui integrasi nilai-nilai keagamaan dalam kegiatan belajar sehari-hari," tutur Tan Gusli dengan nada takzim. 


Menurutnya, esensi dari pendidikan ini adalah menumbuhkan empat pilar utama dalam diri siswa: sikap jujur yang menjadi benteng kebenaran, kedisiplinan sebagai motor penggerak keteraturan hidup, empati untuk merekatkan hubungan sosial sesama manusia, dan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT. 


Melalui pendekatan ini, madrasah membantu siswa mengenali tujuan hakiki hidup mereka serta menanamkan kebijaksanaan dalam bertindak. Fondasi moral inilah yang dipersiapkan matang-matang agar anak didik kuat menghadapi gempuran tren negatif di era moderen. 


Bagaimana komitmen tersebut diejawantahkan? Tan Gusli memaparkan rangkaian program harian yang telah menjadi napas di lingkungan madrasah Sumatera Barat.

Setiap pagi, sebelum lembar buku pelajaran di buka, para siswa dibiasakan melaksanakan shalat berjemaah, shalat duha, tadarus Al-Quran, dan zikir bersama.

Atmosfir religius ini diperkuat lagi secara berkala lewat kegiatan pesantren kilat, hafalan Al-Quran (tahfiz), dan bakti sosial kemasyarakatan. 


Lebih jauh, pria ramah ini merinci konsep Pendidikan Iman dan Taqwa (Imtaq). Sembari membetulkan posisi duduknya, ia menjelaskan,

"pendidikan Imtaq adalah proses pembinaan jiwa, akidah, dan akhlak untuk membentuk pelajar yang berkarakter dengan ilmu pengetahuan. Kami ingin memastikan nilai agama tertanam kuat dari tingkat lahiriah hingga batiniah, sehingga ilmu yang didapat membuahkan keimanan sejati, bukan sekadar teori di atas kertas."


Di Sumatera Barat, program rutin seperti Jumat Taqwa telah menjadi agenda wajib di setiap madrasah. Tak kalah menarik adalah program Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa). Dalam kegiatan bermalam ini, para siswa dilatih secara intensif untuk disiplin menegakkan ibadah malam dan melakukan tadabbur alam maupun Al-Quran. Semua itu dibarengi dengan pengawasan ketat terhadap tingkah laku sehari-hari agar senantiasa selaras dengan tuntunan syariat Islam. 


Untuk memastikan internalisasi nilai spiritual dan proses belajar berjalan kondusif, Kementerian Agama RI menerapkan standar ketat terkait kepastian ruang kelas. 

Berdasarkan regulasi nasional, batasan kuota rombongan belajar (rombel) diatur secara profesional demi efektivitas interaksi guru dan murid. 


Jenjang pendidikan jumlah minal per rombel serta maksimal per rombel:

RA minimal 15 hingga-maksimal 15 siswa, MI/MIN minimal 15 hingga-maksimal 28 siswa, MTs/MTsN minimal 15 hingga-maksimal 32 siswa, dan MA/MAN mininal 15 hingga-maksimal 36 siswa.


Aturan rasio 1:15 pada pangkalan data EMIS Kemenag menjadi batas minimal rombel agar mutu layanan pendidikan tetap terjaga secara merata. 


Madrasah hari ini telah menepis stigma lama yang menggapnya hanya fokus pada ilmu akhirat. Tan Gusli menegaskan bahwa kemajuan siswa madrasah di Sumatera Barat dalam menguasai bidang studi umum (seperti matematika, sains, dan teknologi) berkembang sangat pesat dan kompetitif.

Kurikulum madrasah saat ini berhasil mengawinkan kecerdasan spiritual dan kecerdasan intelektual secara seimbang. 


Sederet tinta emas prestasi telah ditorehkan oleh siswa-siswi madrasah Sumbar, baik di kancah daerah, nasional, hingga internasional.

Mulai dari capaian gemilang dalam ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM), Olimpiade Sains Nasional (OSN), hingga berbagai kejuaraan robotik dan karya tulis ilmiah. 


Bincang khusus hari itu ditutup dengan sebuah pesan reflektif yang kuat dari Kabid Penmad. 

Baginya, prestasi akademik yang mentereng akan kehilangan maknanya jika tidak disandarkan pada keluhuran budi pekerti. Dari Sumatera Barat, madrasah terus melangkah pasti: mencetak generasi yang tidak hanya cerdas menaklukan dunia, tetapi juga teduh dan kokoh secara spiritual.(Obral Chaniago).

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS