Mengubah Sampah Organik Menjadi Penuh Bermanfaat: Mahasiswa KKN UNAND Periode II 2026 Sukses Gelar Pelatihan Eco-Enzyme dan Pembuatan Biopori di Nagari Koto Tangah Batu Ampa - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Saturday, August 22, 2026

Mengubah Sampah Organik Menjadi Penuh Bermanfaat: Mahasiswa KKN UNAND Periode II 2026 Sukses Gelar Pelatihan Eco-Enzyme dan Pembuatan Biopori di Nagari Koto Tangah Batu Ampa



Sampah rumah tangga sering kali menjadi persoalan pelik di tingkat lingkungan terkecil. Berangkat dari keresahan tersebut, kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (UNAND) Periode II Tahun 2026 di Nagari Koto Tangah Batu Ampa di bawah bimbingan Prof. Dr. Dra. Apt. Yufri Aldi, M.Si. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yang beranggotakan 20 Mahasiswa, yaitu Dhifa Eka Putri, Muhammad Rival, Hanif Fiqri Ali, Fadila Azzahra, Istiya Ulkarimah, Fauzi Illahi, Wafiq Azrari Wirza, Nurfadilla Anas, Aulia Kurnia Putri, Ghalib Akhmad, Sulthan Zhafransyah Kuswara, Farrel Atthariq Ryanza, Fadhilla Dwi Kartika, Aqil Zabran Arfan, Indah Cantika, Syifa Aurellia Amerda, Ivan Al Ghifari, Hanifah Aulia Asbar, Puan Ratu Kharisma, Mutiara Salsabila Marianda, Sukses pelaksanakan sosialisasi dan pelatihan pembuatan Eco Enzym dan Lubang Biopori.


Program kerja ini berfokus pada pelatihan pengolahan sampah organik dapur menjadi cairan multiguna eco-enzyme serta aksi nyata pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) di pekarangan SD 06 Koto Tangah Batu Ampa. Kegiatan puncak yang melibatkan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan warga setempat ini sukses digelar di gedung seba guna kantor wali nagari pada Koto Tangah Batu Ampa.



Edukasi Cerdas Kelola Sampah Rumah Tangga

Dalam penyampaian sosialisasi Eco Enzym pada tanggal 14 Juli 2026, perwakilan mahasiswa KKN menyampaikan bahwa sebagian besar sampah yang dihasilkan rumah tangga di nagari merupakan sampah organik sisa dapur seperti kulit buah dan potongan sayuran. Jika dibiarkan membusuk, sampah ini dapat mencemari lingkungan. Namun, di tangan yang tepat, limbah tersebut dapat disulap menjadi produk bernilai ekonomis tinggi.

Selama sesi pelatihan, warga diajak untuk memahami rumus baku pembuatan eco-enzyme menggunakan perbandingan 10 bagian air : 3 bagian sampah organik segar : 1 bagian molase atau gula merah.

Antusiasme peserta terlihat jelas ketika mereka aktif bertanya mengenai durasi fermentasi (yang membutuhkan waktu sekitar 3 bulan) serta cara perawatan wadah agar gas hasil fermentasi tetap aman.


Aksi Nyata Pembuatan Lubang Resapan Biopori

Tidak hanya berfokus pada cairan eco-enzyme, rangkaian program kerja ini juga dilanjutkan dengan aksi praktik langsung pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) di SD 06 Koto Tangah Batu Ampa pada tanggal 16 Juli 2026.

Pembuatan biopori ini bertujuan untuk:

Meningkatkan daya resap air hujan, sehingga mencegah genangan air atau banjir mikro di musim penghujan.

Menyuburkan tanah, karena sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang akan menjadi makanan bagi cacing dan mikroorganisme tanah.

Mengurangi volume sampah organik yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS