Mahasiswa KKN Unand Ciptakan Alat Penebar Pupuk Sederhana, Solusi Tepat Guna bagi Petani Nagari Pematang Panjang - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Tuesday, August 18, 2026

Mahasiswa KKN Unand Ciptakan Alat Penebar Pupuk Sederhana, Solusi Tepat Guna bagi Petani Nagari Pematang Panjang


Penulis: Hafizh Hanif Hendri 

(Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Andalas)


SIJUNJUNG — Proses pemupukan yang selama ini dilakukan secara manual menggunakan tangan masih menjadi kendala utama bagi para petani di Nagari Pematang Panjang, Kabupaten Sijunjung. Pekerjaan yang memakan waktu lama, menguras tenaga, dan menghasilkan distribusi pupuk yang tidak merata ini mendorong Hafizh Hanif Hendri, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Andalas, untuk menciptakan solusi inovatif. Melalui program kerja individu, ia merancang dan membuat alat penebar pupuk sederhana berbahan pipa paralon sebagai teknologi tepat guna bagi petani. Kegiatan yang berlangsung pada 7 Agustus 2026 di halaman Kantor Wali Nagari Pematang Panjang ini dihadiri oleh perangkat nagari, kelompok tani, dan warga setempat, dengan tujuan meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga serta menghasilkan distribusi pupuk yang lebih merata ke seluruh area lahan pertanian.

Nagari Pematang Panjang yang dikenal sebagai kawasan agraris menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat. Sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup pada usaha tani, mulai dari tanaman pangan hingga holtikultura. Namun, proses pemupukan yang merupakan salah satu tahap krusial dalam budidaya tanaman masih dilakukan dengan cara konvensional. Petani menebar pupuk menggunakan tangan secara langsung, sebuah metode yang tidak hanya memakan waktu dan tenaga, tetapi juga menyebabkan distribusi pupuk yang tidak merata. Akibatnya, sebagian area lahan mendapat pupuk berlebihan sementara area lain kekurangan, yang pada akhirnya berdampak negatif pada produktivitas hasil panen dan meningkatkan biaya produksi akibat pemborosan pupuk.

Berdasarkan hasil observasi di lapangan, tim KKN menemukan bahwa sebagian besar petani di Nagari Pematang Panjang belum memiliki alat bantu untuk mempermudah proses penebaran pupuk. Sementara itu, alat penebar pupuk pabrikan yang tersedia di pasaran cenderung berukuran besar, mahal, dan tidak sesuai dengan kebutuhan petani skala kecil. Temuan ini menjadi dasar bagi mahasiswa untuk merancang solusi teknologi tepat guna yang sederhana, murah, dan mudah direplikasi oleh petani setempat. Ketersediaan bahan-bahan sederhana seperti pipa paralon di sekitar lokasi kegiatan turut membuka peluang untuk merancang alat yang ekonomis dan mudah dioperasikan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyusunan sketsa rancangan alat penebar pupuk sederhana, dilanjutkan dengan pengumpulan bahan-bahan yang dibutuhkan. Proses perakitan dilakukan bersama mahasiswa dan warga, mulai dari memotong pipa PVC sesuai ukuran, melubangi bagian pipa berdiameter 2 DIM secara berpola agar pupuk dapat keluar secara merata, hingga memasang seluruh komponen seperti over shock, tutup pipa, serta baut dan karet agar alat kokoh dan aman digunakan. Hafizh Hanif Hendri menjelaskan, “Alat ini dirancang dengan bahan yang mudah didapat dan proses pembuatan yang sederhana. Petani bisa membuatnya sendiri dengan biaya sekitar Rp200.000 5 per unit.” Setelah alat selesai dirakit, dilakukan uji coba langsung di lahan pertanian untuk melihat efektivitas dan kemudahan penggunaannya, yang kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan alat kepada para petani dan kelompok tani.

Pemilihan alat penebar pupuk berbahan pipa paralon sebagai program kerja didasarkan pada keunggulannya dibandingkan metode pemupukan manual maupun alat pabrikan. Dibandingkan dengan metode manual yang lambat, melelahkan, dan hasilnya tidak merata, alat sederhana ini mampu mempercepat proses penebaran pupuk secara signifikan serta menghasilkan distribusi yang lebih merata. Sementara itu, dibandingkan dengan alat pabrikan yang mahal dan perawatannya kompleks, alat berbahan pipa paralon ini jauh lebih ekonomis dengan biaya pembuatan sekitar Rp200.000 per unit, bahan mudah diperoleh di toko bangunan, proses pembuatan sederhana tanpa keahlian khusus, serta ringan dan mudah dibawa ke berbagai area lahan pertanian. Nilai ekonomis dari alat ini menjadikannya investasi jangka panjang yang menguntungkan bagi petani skala kecil.

Pendekatan edukasi yang dilakukan tidak hanya berhenti pada pembuatan alat, tetapi juga mencakup sosialisasi dan demonstrasi penggunaan secara langsung kepada petani dan kelompok tani. Para peserta diberikan pemahaman tentang cara penggunaan alat, mulai dari memasukkan pupuk ke dalam tabung penebar, menggoyangkan atau memutar alat secara perlahan di atas lahan, hingga membersihkan dan menyimpan alat setelah digunakan agar tahan lama. Selain itu, peserta juga diberikan wawasan mengenai perbandingan metode pemupukan manual, alat sederhana, dan alat pabrikan, sehingga mereka dapat memilih metode yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing. Sesi diskusi dan tanya jawab interaktif turut memperdalam pemahaman peserta tentang pentingnya teknologi tepat guna dalam mendukung efisiensi pertanian.

Program ini mendapat sambutan positif dan dukungan penuh dari Pemerintah Nagari Pematang Panjang. Para peserta, yang terdiri dari perangkat nagari, tokoh masyarakat, serta warga dan kelompok tani, terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka aktif membantu proses perakitan alat, berpartisipasi dalam sesi uji coba di lahan pertanian, serta antusias bertanya dan berdiskusi mengenai kendala yang selama ini dihadapi dalam proses pemupukan. Kehadiran alat penebar pupuk sederhana ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang bagi petani dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian di Nagari Pematang Panjang. Dukungan dari pemerintah nagari juga diharapkan mampu mendorong keberlanjutan program setelah masa KKN usai.

Keberlanjutan program menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan kegiatan ini. Hafizh Hanif Hendri berharap kegiatan yang telah dilakukan tidak berhenti pada pembuatan satu unit alat, tetapi dapat direplikasi dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat. Ia menyarankan perlunya kegiatan lanjutan berupa pendampingan penggunaan alat secara berkala di lapangan agar petani lebih terampil dan mampu merawat serta mereplikasi alat sesuai kebutuhan. Selain itu, perangkat nagari diharapkan dapat memfasilitasi kelompok tani dalam pengadaan bahan tambahan untuk memperbanyak unit alat penebar pupuk. Dengan demikian, efisiensi proses pemupukan yang selama ini menjadi tantangan dapat teratasi, dan produktivitas pertanian di Nagari Pematang Panjang dapat terus meningkat secara berkelanjutan.

Melalui pembuatan alat penebar pupuk sederhana ini, mahasiswa KKN Unand telah membuktikan bahwa inovasi teknologi tepat guna berbasis sumber daya lokal mampu memberikan solusi nyata bagi permasalahan yang dihadapi petani. Alat yang murah, mudah dibuat, dan mudah dioperasikan ini diharapkan menjadi warisan pengetahuan yang terus dijaga dan dikembangkan oleh masyarakat, sehingga efisiensi pertanian di nagari ini dapat terwujud secara berkelanjutan.

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS