Oleh: Hafidz Dwi Kurniawan mahasiswa universitas andalas fakultas ilmu budaya
Di tengah semakin cepatnya arus globalisasi, kemampuan berbahasa asing kini bukan hanya keahlian tambahan bagi warga kota, tetapi menjadi jendela masuk ke dunia yang penting bagi anak-anak di berbagai daerah di Indonesia.Karena itu, sekelompok mahasiswa KKN mengadakan inisiatif edukatif berjudul “Rumah Nagari Belajar Bahasa Jepang” untuk anak-anak SD di Nagari Pematang Panjang, Kabupaten Sijunjung.
Kabupaten Sijunjung selama ini dikenal memiliki warisan budaya Minangkabau yang kaya dan alam yang indah, tetapi meski memiliki potensi lokal yang bagus, akses belajar bahasa asing seperti bahasa Jepang masih terbatas terutama di daerah pedesaan. Berdasarkan hasil observasi dan penelitian di lapangan yang dilakukan oleh tim mahasiswa KKN di Nagari Pematang Panjang, terlihat adanya perbedaan dalam fasilitas dan semangat belajar antara anak-anak di kota besar dengan anak-anak di nagari.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian kecil dan tindakan nyata dilakukan dengan fokus pada metode belajar bahasa asing yang menggunakan pendekatan menyenangkan.Tujuannya adalah mengukur sejauh mana metode interaktif tersebut mampu meningkatkan minat belajar anak-anak usia dini di daerah pedesaan, sekaligus menunjukkan bahwa kurangnya fasilitas bukan hambatan bagi anak-anak desa untuk mengenal literasi global sejak kecil.
Dalam pelaksanaannya, pembelajaran disajikan melalui pengenalan huruf-huruf dasar, kosakata yang digunakan sehari-hari, serta pengenalan budaya Jepang dengan menggunakan berbagai media visual, lagu, dan permainan edukatif.Di sini, mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator yang memberikan bimbingan secara terus-menerus dengan pendekatan yang ramah anak, sehingga para siswa merasa tertantang untuk terus belajar lebih banyak lagi.
Hadirnya Rumah Nagari Belajar Bahasa Jepang di Nagari Pematang Panjang menunjukkan bahwa semangat para mahasiswa bisa berdampak nyata hingga ke lapisan terbawah masyarakat.Program ini tidak hanya mengajarkan kata-kata asing, tetapi juga mampu membangkitkan semangat anak-anak Sijunjung untuk berani bermimpi besar dan percaya bahwa anak nagari memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk tumbuh menjadi generasi yang memiliki wawasan global.





No comments:
Post a Comment