Oleh: Indriani Nurahman mahasiswa Universitas Andalas, Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya
SIJUNJUNG — Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) Reguler II mencanangkan program unggulan berupa pemetaan toponimi dan penyelamatan sejarah lokal di Nagari Pematang Panjang, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Program yang berlangsung sejak 10 Juli hingga 4 Agustus 2026 ini diusung sebagai langkah konkret untuk mendokumentasikan asal-usul wilayah sekaligus merawat tradisi lisan Minangkabau yang kian tergerus perkembangan zaman.
Sebelum memulai pendokumentasian, langkah awal yang dilakukan tim KKN Unand adalah turun langsung melakukan survei ke lapangan. Mereka menyusuri sebelas jorong yang tersebar di Nagari Pematang Panjang guna memetakan kondisi geografis dan sosial masyarakat setempat. Usai survei awal, kegiatan dilanjutkan dengan sesi wawancara mendalam bersama Wali Nagari, para pemangku adat, dan tokoh masyarakat senior.
Proses penggalian data tersebut mengungkap berbagai temuan historis yang unik dan menarik. Penamaan dari sebelas jorong di Nagari Pematang Panjang rupanya tidak dibentuk secara kebetulan. Sebagian besar nama jorong memiliki keterkaitan erat dengan keanekaragaman vegetasi seperti nama tanaman dan pohon lokal, serta adaptasi pembagian wilayah akibat kontur geografis daerah tersebut.
"Banyak fakta unik yang baru kami ketahui setelah berdialog langsung dengan para tokoh masyarakat. Nama-nama jorong di sini memperlihatkan bagaimana masyarakat Minangkabau masa lalu berinteraksi sangat dekat dengan alam sekitarnya," ujar Indriani di sela-sela kegiatan pengolahan data.
Kerja keras mengumpulkan data tdak hanya berhenti di catatan lapangan saja. Seluruh data sejarah, asal-usul toponimi, dan cerita rakyat yang telah terhimpun kemudian dirangkai secara rapi ke dalam bentuk majalah. Sebuah wujud nyata dari kerja intelektual yang dilakukan sepanjang program KKN berlangsung.
Namun para mahasiswa tidak berhenti pada format cetak semata. Karya tersebut juga dipublikasikan melalui situs web resmi Nagari Pematang Panjang, memastikan sejarah kampung ini bisa diakses siapa saja, kapan saja, terutama oleh generasi muda yang selama ini barangkali lebih akrab dengan gawai daripada dengan tuturan para tetua.
Melalui pengemasan yang kreatif, interaktif, dan modern, dokumentasi sejarah ini tidak sekadar berfungsi sebagai arsip warisan budaya. Lebih dari itu, narasi lokal yang terangkat diyakini mampu menjadi aset kebudayaan baru yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif serta pariwisata berbasis sejarah di Nagari Pematang Panjang






No comments:
Post a Comment