BPS Pusat mencatat inflasi pada Juli 2026 mencapai 2,88%. - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Monday, August 3, 2026

BPS Pusat mencatat inflasi pada Juli 2026 mencapai 2,88%.

 


– Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Juli 2026 mencapai 2,88%. Kenaikan harga terjadi pada seluruh kelompok pengeluaran, dengan tekanan terbesar berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya serta transportasi.




Inflasi inti pada Juli 2026 mencapai 2,76% secara tahunan, dengan inflasi bulanan 0,14% dan inflasi sepanjang tahun berjalan sebesar 1,75%.


Berdasarkan pemantauan BPS di 150 kabupaten/kota, indeks harga konsumen (IHK) meningkat dari 108,60 pada Juli 2025 menjadi 111,73 pada Juli 2026. Sementara itu, secara bulanan terjadi deflasi 0,14% dan inflasi sepanjang tahun berjalan mencapai 1,65%.



"Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 9,04%. Selanjutnya, kelompok transportasi mengalami kenaikan harga 5,12%, makanan, minuman, dan tembakau 2,97%, serta penyediaan makanan dan minuman atau restoran 2,55%," ungkap BPS dalam laporannya, Senin (3/8/2026).


Inflasi inti pada Juli 2026 mencapai 2,76% secara tahunan, dengan inflasi bulanan 0,14% dan inflasi sepanjang tahun berjalan sebesar 1,75%.


Berdasarkan pemantauan BPS di 150 kabupaten/kota, indeks harga konsumen (IHK) meningkat dari 108,60 pada Juli 2025 menjadi 111,73 pada Juli 2026. Sementara itu, secara bulanan terjadi deflasi 0,14% dan inflasi sepanjang tahun berjalan mencapai 1,65%.





"Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 9,04%. Selanjutnya, kelompok transportasi mengalami kenaikan harga 5,12%, makanan, minuman, dan tembakau 2,97%, serta penyediaan makanan dan minuman atau restoran 2,55%," ungkap BPS dalam laporannya, Senin (3/8/2026).




Kelompok kesehatan juga mengalami inflasi 1,96%, perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 1,72%, rekreasi, olahraga, dan budaya 1,58%, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 1,50%.


Sementara itu, kelompok pakaian dan alas kaki mencatat inflasi 1,04%, pendidikan 1%, serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,99%.


Sejumlah komoditas menjadi penyumbang utama inflasi tahunan pada Juli 2026. Di antaranya ikan segar, minyak goreng, beras, daging ayam ras, cabai merah, daging sapi, produk tembakau, bahan bakar rumah tangga, bensin, tarif angkutan udara, sepeda motor, mobil, pelumas atau oli mesin, telepon seluler, laptop atau notebook, uang kuliah, nasi dengan lauk, dan emas perhiasan.


Di sisi lain, beberapa komoditas menahan laju inflasi, seperti bawang merah, tomat, telur ayam ras, cabai rawit, kelapa, daging babi, dan uang sekolah SMA.


Secara bulanan, deflasi 0,14% pada Juli 2026 terutama dipengaruhi penurunan harga bawang merah, cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, tomat, jeruk, ikan segar, semangka, sawi hijau, tarif angkutan udara, dan emas perhiasan.


Sebaliknya, kenaikan harga beras, bawang putih, ketimun, jengkol, bensin, sepeda motor, pelumas atau oli mesin, telepon seluler, uang sekolah SD, taman kanak-kanak, dan bimbingan belajar memberikan tekanan inflasi secara bulanan.


Pada tingkat provinsi, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Papua Barat sebesar 5,47% dengan IHK 114,49. Inflasi terendah tercatat di Papua Selatan sebesar 1,46% dengan IHK 114,28.


Sementara itu, Kabupaten Aceh Tengah mencatat inflasi tahunan tertinggi di tingkat kabupaten/kota, yakni 6,91% dengan IHK 120,00. Inflasi terendah terjadi di Kabupaten Minahasa Utara sebesar 1% dengan IHK 114,30.


 # sumber Beritasatu

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS