Menjaga Benteng di Pesisir Minangkabau Sumatera Barat - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Tuesday, July 28, 2026

Menjaga Benteng di Pesisir Minangkabau Sumatera Barat

 

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar, Dr. Ferdinal Asmin.


Padang, Senin 27 Juli 2026 - Pesisir Sumatera Barat menyimpan bentangan hijau mangrove seluas 26 ribu hektar yang menghadapi ancaman serius. 


Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar, Dr. Ferdinal Asmin, mengungkapkan bahwa 40 persen kawasan mangrove dalam area kehutanan rusak akibat alih fungsi lahan, sementara para pakar mencatat tingkat kerusakan total di pesisir telah mencapai 60 hingga 70 persen. 


Suara dari Garis Pantai


Ombak berkejaran menghantam bibir pantai Sumatera Barat. 


Namun, benteng hijau ini menjerit dalam diam. 


Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar, Ferdinal Asmin, membeberkan fakta memprihatinkan. 


Total luas kawasan mangrove di pesisir Sumbar mencapai 26 ribu hektar. 


Dari jumlah itu, sekitar 16 ribu hektar berada di luar kawasan hutan,  sementara 10 ribu hektar berada di dalam kawasan hutan. 


Benang Kusut Kewenangan dan

Kerusakan 


Masalah muncul ketika pengelolaan beririsan dengan batas sektoral. 


Mangrove di luar kawasan hutan menjadi ranah Dinas Kelautan dan Perikanan serta instansi lain. 


Di dalam kawasan hutan seluas 10 ribu hektar itu, tingkat kerusakan tercatat mencapai 40 persen berdasarkan data kementerian. 


Tekanan datang dari berbagai penjuru: pembangunan resort mewah hingga perluasan kebun sawit di Pesisir Selatan, Pasaman Barat, dan Agam. 


Khusus di daerah seperti Agam hingga Pantai Tiram, kerusakan parah justru terjadi akibat alih fungsi menjadi tambak udang. 


Para pakar bahkan menaksir angka kerusakan total di pesisir Sumbar sudah menyentuh angka 60 hingga 70 persen. 


Harapan Lewat Kolaborasi 


Kehutanan tidak tinggal diam menghadapi kenyataan pahit ini. 


Penanganan terus digelorakan bersama masyarakat demi meredam abrasi yang kian mengganas. 


Warga diajak merawat dan memanfaatkan kawasan secara bijak. 


Tujuannya satu: mengembalikan fungsi bakau sebagai rumah pemijahan biota laut dan penjaga garis pantai agar tetap lestari, pungkas Ferdinal.(Obral Chaniago).

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS