Di tengah persaingan ketat dunia kerja saat ini, kebutuhan akan tenaga terampil di bidang otomotif dan digital sangat masif di perusahaan swasta lokal maupun nasional.
Menjawab tantangan tersebut, Kepala Sekolah SMKN 5 Padang, Rizka Fauzi Yosfi, S. Pd., S. T., M. Kom, menggencarkan kolaborasi industri guna mencetak lulusan siap pakai yang langsung diserap.
Persaingan di dunia kerja kian kompleks.
Lulusan tidak hanya bersaing secara kuantitas, namun dituntut memiliki kualifikasi yang benar-benar stand out dan sesuai dengan standar perusahaan (link and match).
Sektor yang paling menjanjikan dan membutuhkan keahlian spesifik saat ini adalah adalah bidang otomotif dan digital.
Untuk membedah dinamika dan tantangan ini, awak media melakukan bincang khusus bersama Kepala Sekolah SMKN 5 Padang, Rizka Fauzi Yosfi, di sekolahnya. Menurutnya, menyiapkan lulusan agar siap tempur di bursa kerja memerlukan strategi jitu.
Program Unggulan: TKA hingga Digitalisasi
Guna memastikan siswa menguasai kompetensi yang dicari user atau perusahaan, SMKN 5 Padang memiliki dua Program Unggulan (Progul) utama dalam menyukseskan Tes Kompetensi Akademik (TKA).
Peningkatan Akademik dan Praktik:
Melalui program belajar tambahan, kolaborasi dengan eksternal, dan menghadirkan guru, pelatihan khusus untuk siswa dan pengurus OSIS, serta menjalin kerjasama strategis dengan Balai Pelatihan Vokasi Padang.
Jemput Bola dan Sinergi Bersama Industri
Konektivitas antara sekolah dan dunia industri (link and match) terus berevolusi.
Permintaan akan siswa SMKN 5 Padang terus mengalir dari berbagai pihak, khususnya dari perusahaan otomotif dan bengkel resmi.
Rizka Fauzi menjelaskan bahwa pihak sekolah mengadopsi sistem "jemput bola".
"Bahkan seringkali pihak perusahaan datang sendiri meminta anak-anak kami untuk langsung bekerja di tempat mereka. Kalau perusahaannya senang, siswa kami bisa ditamatkan lebih cepat untuk langsung diperkerjakan," ungkap Rizka Fauzi pada Senin (6/7/2026).
Selain itu, pihak sekolah telah banyak menandatangani MoU yang mencakup riset kurikulum dan praktik kerja lapangan bersama institusi besar. Contoh nyatanya meliputi kemitraan dengan:
PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Lubuk Alung: Untuk distribusi, pembangkit, dan instalasi listrik.
Toyota: Untuk pemenuhan standar keterampilan otomotif terkini.
Penguatan Public Speaking: Agar siswa tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga cakap dalam berkomunikasi.
Tantangan Generasi Z di Pasar Kerja
Menghadapi Generasi Z, Riska Fauzi mengakui adanya pergeseran minat. Karakter generasi ini cenderung lebih menyukai kebebasan dan lebih tertarik untuk membuka usaha sendiri (berwirausaha) dibandingkan bekerja sebagai karyawan di perusahaan orang lain.
Kendati demikian, kurikulum dan pendekatan edukasi yang adaptif di SMKN 5 Padang terbukti mampu menjembatani karakter ini, sehingga lulusannya tetap menjadi primadona di mata perusahaan swasta nasional maupun lokal. Hal ini menjadikan alumni kompetensi dan stand out dalam menghadapi persaingan yang ketat, papar Riska menutup bincangnya.(Obral Chaniago).





No comments:
Post a Comment