Hadiri Milad ke-4 Bundo Saiyo, Bupati Pasaman Sesalkan Sikap Raso jo Pareso yang Mulai Memudar - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Wednesday, July 8, 2026

Hadiri Milad ke-4 Bundo Saiyo, Bupati Pasaman Sesalkan Sikap Raso jo Pareso yang Mulai Memudar

TEKS FOTO: Foto bersama saat milad ke-4 Bundo Saiyo di Lubuk Sikaping, Rabu (8/7/2026)


Pasaman - Bupati Pasaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), menyatakan prihatin dengan sejumlah fenomena sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Antara lain, mulai memudarnya sikap raso dan pareso di tengah masyarakat.


"Jujur, sikap raso jo pareso yang selama ini menjadi salah satu kekuatan di tengah komunitas masyarakat Minangkabau sudah mulai memudar," ujar Bupati dalam sambutannya yang disampaikan Asisten I Setdakab Pasaman, Asrial Afandi.


Asisten Asrial Afandi mengatakan hal tersebut saat memberi sambutan pada milad ke-4 Bundo Saiyo Pasaman di Lubuk Sikaping, Rabu (8/7/2026). Bundo Saiyo merupakan persatuan pensiunan karyawati ASN di lingkup Pemkab Pasaman.


Tampak hadir dalam acara tersebut Kepala BKPSDM Pasaman Deswin, Kepala DP3AP2KB Pasaman,Furkan dan pembina ( PWRI ) Ewilda. Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Pasaman Yasri Uripsyah, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pasaman H. Asnil M dan undangan lainnya.


Menurut Bupati, sebagian masyarakat sekarang sudah cenderung menutup mata terhadap persoalan yang terjadi di sekitarnya, dan cenderung terbenam dengan semua urusan pribadi dan kelompoknya 


Makanya, Bupati menyatakan memberi apresiasi terhadap Bundo Saiyo, yang programnya lebih difokuskan pada kegiatan sosial-kemasyarakatan. "Kita menyatakan berterimakasih terhadap semua kiprah yang telah ditunjukkan oleh Bundo Saiyo selama ini," sebutnya .


Salah satu kegiatan Bundo Saiyo yang mendapat acungan jempol dari bupati adalah menjenguk rekan yang sakit atau takziah ke rumah anggota dan keluarga anggota yang meninggal dunia.


"Betapa mulia program yang dijalankan oleh Bundo Saiyo," kata Bupati, sambil berharap segala langkah yang telah dilakukan oleh Bundo Saiyo bisa menjadi teladan bagi elemen masyarakat lainnya.


Ketua Bundo Saiyo Hj. Mislaini Asra dalam sambutannya mengilas balik sejarah berdirinya group Bundo Saiyo Pasaman sekitar empat tahun yang lalu. "Diawali dengan pertemuan di pasar," kenangnya.


Pada saat pertemuan di pasar itu, para eks ASN dan karyawati Pemkab Pasaman saling bertanya tentang kondisi masing-masing. Semakin sering pertemuan, tambah Mislaini, terbersit ide untuk tergabung ke dalam sebuah organisasi. "Inilah sejarah awal Bundo Saiyo," ungkapnya.


Dalam perjalanannya, Bundo Saiyo mampu menyusun AD/ART, termasuk juga program-program. Program-program itu, kata Mislaini, baik untuk kepentingan anggota maupun untuk masyarakat.


Untuk kepentingan internal, menurut Misliani, seperti mengunjungi anggota atau keluarga anggota yang sakit atau melakukan takziah ke rumah anggota atau keluarga anggota yang meninggal dunia.


"Kita juga mengagendakan pertemuan bulanan," sambungnya. Pertemuan seperti itu diisi dengan ceramah yang materinya dibutuhkan oleh para anggota seperti ceramah agama, kesehatan, petanahan, dan lainnya.


Sementara untuk keluar, menurut Mislaini, membantu masyarakat yang kurang mampu, terutama sembako. Termasuk juga membantu sejumlah mushalla, terutama yang berada di sekitar Kecamatan Lubuk Sikaping.


Mislaini juga menjelaskan, Bundo Saiyo tidak hanya dikenal di Pasaman, tapi juga sudah sampai Jakarta. Buktinya, menurut Mislaini, Indo Jalito menggandeng Bundo Saiyo dalam penyaluran bantuan.


Ketika musibah banjir melanda Pasaman beberapa waktu lalu, ungkap Mislaini, Indo Jalito menggandeng Bundo Saiyo untuk menyalurkan bantuan buat korban banjir di dua nagari dalam Kecamatan Bonjol.


Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Pasaman Yasri Uripsyah, mengaku pihaknya sangat terbantu dengan keberadaan Bundo Saiyo, yang pada 2026 ini sudah berusia empat tahun.


"Karena banyak program PWRI yang telah dijalankan oleh Bundo Saiyo,";tambah mantan Sekda Pasaman itu, sambil berharap sinergitas dan kolaborasi yang sudah terjalin akan semakin kuat.


Ketua Baznas Pasaman Asnil M juga mengaku pihaknya sangat terbantu dengan keberadaan Bundo Saiyo. "Selama ini Bundo Saiyo sudah memainkan peran sebagai perpanjangan tangan Baznas Pasaman," katanya.


Kalau ada anggota masyarakat kurang mampu yang tidak terjangkau Baznas, menurut Asnil, Bundo Saiyo sering memberi informasi. "Karena anggota Bundo Saiyo banyak melakukan perjalanan, maka banyak hal yang mereka ketahui," katanya. (spa)


TEKS FOTO:


Foto bersama saat milad ke-4 Bundo Saiyo di Lubuk Sikaping, Rabu (8/7/2026)

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS