Deiyai, Papua Tengah – Pembangunan infrastruktur strategis di Kabupaten Deiyai memasuki babak baru dengan dimulainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda melalui prosesi peletakan batu pertama yang berlangsung di kawasan Waghete, Distrik Deiyai, Kamis (4/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam upaya membuka akses konektivitas serta mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah Papua Tengah.
Prosesi groundbreaking dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan berbagai elemen terkait yang memberikan dukungan terhadap pembangunan jembatan yang digadang-gadang akan menjadi salah satu sarana penunjang mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam kegiatan tersebut, Komandan Satuan Tugas Marinir Pengamanan Perbatasan Mobile RI-PNG Gobang 8 Tahun 2026, Letkol Marinir Helilintar Setiojoyo Laksono, S.E, turut hadir sekaligus memimpin kesiapan personel dalam mengamankan seluruh rangkaian acara. Kehadiran Satgas Gobang 8 menjadi bagian dari komitmen menjaga stabilitas keamanan guna mendukung kelancaran berbagai program pembangunan yang sedang berlangsung di wilayah penugasan.
Sejak sebelum acara dimulai, personel Satgas telah ditempatkan di sejumlah titik yang dinilai strategis untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Pengamanan dilakukan secara terpadu dengan berkoordinasi bersama aparat keamanan lainnya sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung tertib tanpa hambatan berarti.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda dinilai memiliki arti penting bagi masyarakat Deiyai karena diharapkan mampu meningkatkan akses transportasi antarkawasan, memperlancar distribusi kebutuhan masyarakat, serta mendukung aktivitas ekonomi yang selama ini terkendala kondisi geografis. Infrastruktur tersebut juga diharapkan menjadi pendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga setempat.
Letkol Marinir Helilintar Setiojoyo Laksono menegaskan bahwa keberadaan Satgas Gobang 8 tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan wilayah perbatasan, tetapi juga hadir untuk mendukung keberhasilan program-program pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Menurutnya, keamanan dan pembangunan merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam menciptakan kemajuan daerah.
Dengan dimulainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan berharap proyek tersebut dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dukungan pengamanan dari Satgas Pamtas Mobile RI-PNG Gobang 8 menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga situasi tetap stabil sehingga proses pembangunan dapat berlangsung aman, lancar, dan berkelanjutan.
Groundbreaking ini sekaligus menjadi simbol sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam membangun Papua yang lebih maju, terhubung, dan sejahtera. Keberhasilan proyek tersebut diharapkan mampu membuka peluang baru bagi perkembangan wilayah Deiyai sekaligus memperkuat kehadiran negara melalui pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
(Tim Pen Satgas Yonif 2 Mar/Red)





No comments:
Post a Comment