Padang - Jurnalis Sumbar
Klinik Pratama beralamat Jalan Bandar Purus no. 03 Kota Padang samping Universitas Eka Sakti (UNES) Padang dalam mempersiapkan diri menghadapi proses akreditasi perdana pada tanggal 2 - 4 Juni,dijadwalkan berlangsung Kamis, 4 Juni 2026. Akreditasi tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan mutu pelayanan kesehatan sekaligus menjadi syarat utama dalam menjalin kerja sama.
Klinik Pratama yang dipimpin oleh dr. Shendi Amalia Putri menjelaskan bahwa proses akreditasi akan menilai seluruh aspek pelayanan yang ada di klinik, mulai dari fasilitas, sumber daya manusia (SDM), hingga sistem pelayanan kepada pasien.
“Akreditasi ini menilai semua aspek, mulai dari fasilitas, SDM, pelayanan, hingga tata kelola klinik. Semua akan dievaluasi oleh lembaga akreditasi yang telah terakreditasi Kementerian Kesehatan,” ujar dr. Shendi Amalia saat diwawancarai media Jurnalis Sumbar Rabu (3/6/2026).
Lanjut ia menjelaskan, klinik yang dipimpinnya saat ini sebelumnya merupakan klinik mata yang dikelola oleh orang tuanya (ibunda dr.Ellia Taher) .Seiring perkembangan layanan kesehatan dan kebutuhan masyarakat, klinik tersebut kemudian bertransformasi menjadi klinik pratama yang menyediakan layanan kesehatan lebih lengkap.
Saat ini, Klinik Pratama (rawat jalan) menyediakan berbagai layanan kesehatan, di antaranya poli umum, poli gigi, pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA), ruang laktasi, serta depo farmasi.
Untuk operasional pelayanan, klinik buka setiap Senin hingga Sabtu mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Meski belum beroperasi selama 24 jam, pihak klinik berencana mengembangkan layanan tersebut di masa mendatang.
“Kami nantinya rencana untuk membuka layanan lebih luas, termasuk pada hari libur dan memungkinkan pelayanan selama 24 jam agar masyarakat semakin mudah mendapatkan akses kesehatan,” katanya.
Menurut dr. Shendi, keberhasilan akreditasi nantinya akan menjadi modal penting untuk mengajukan kerja sama dan juga BPJS Kesehatan. Setelah proses akreditasi selesai, pihak BPJS akan melakukan verifikasi lanjutan terhadap sarana, peralatan, serta kesiapan tenaga kesehatan sebelum kerja sama dapat dilakukan.
“Akreditasi merupakan syarat utama untuk dapat bekerja sama dengan BPJS. Setelah itu akan ada proses survei dan verifikasi dari BPJS,” jelasnya.
Klinik Pratama mulai beroperasi sejak Januari 2026 tersebut mengusung visi memberikan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan status ekonomi maupun kepemilikan asuransi kesehatan.
Menurutnya masih banyak masyarakat yang menunda berobat keklinik karena menganggap biaya pelayanan kesehatan mahal. Karena itu, ia berkomitmen menghadirkan layanan baik dan terjangkau dengan kualitas yang tetap baik.
“Saya ingin menghilangkan stigma bahwa berobat itu mahal. Semua masyarakat berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dengan harga yang terjangkau dan perlakuan yang sama,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh pasien yang datang akan mendapatkan pelayanan yang setara tanpa adanya perbedaan perlakuan. Selain didukung tenaga kesehatan yang kompeten, klinik juga menyediakan fasilitas dan ketersediaan obat yang memadai.
Melalui keberadaan Klinik Pratama dr. Shendi, ia berharap masyarakat Kota Padang, khususnya di kawasan Padang Barat dan sekitarnya, tidak lagi ragu untuk memeriksakan kesehatannya.
“Kami terbuka untuk semua masyarakat. Tidak perlu takut berobat hanya karena tidak memiliki BPJS atau asuransi. Semua pasien akan mendapatkan pelayanan yang sama. Harapan kami, masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan dan tidak menunda berobat,” tutupnya.
(Kitti)





No comments:
Post a Comment