Oleh: Jannatul Fiski Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas
Rebana merupakan salah satu alat musik tradisional yang sangat dikenal di Indonesia, terutama dalam budaya masyarakat Melayu dan Islam. Alat musik ini berbentuk bundar dan dimainkan dengan cara dipukul menggunakan telapak tangan. Rebana termasuk ke dalam jenis alat musik membranofon, yaitu alat musik yang sumber bunyinya berasal dari getaran selaput atau kulit yang direntangkan pada permukaannya. Walaupun bentuknya sederhana, rebana memiliki nilai sejarah, budaya, dan keagamaan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Asal usul rebana berasal dari kawasan Timur Tengah, khususnya dari kebudayaan Arab. Alat musik ini dibawa ke Indonesia oleh para pedagang Arab dan para penyebar agama Islam sekitar abad ke-13. Pada masa itu, penyebaran Islam tidak hanya dilakukan melalui perdagangan dan dakwah, tetapi juga melalui seni dan budaya, salah satunya musik. Rebana kemudian berkembang di berbagai daerah di Nusantara dan mengalami penyesuaian dengan budaya lokal masyarakat setempat. Karena itu, rebana memiliki banyak variasi nama dan bentuk, seperti hadrah, marawis, kompang, dan samrah. Walaupun memiliki perbedaan bentuk dan cara permainan, semuanya tetap memiliki fungsi utama sebagai alat musik pengiring dalam kegiatan keagamaan dan seni tradisional.
Secara fisik, rebana terdiri atas bingkai kayu berbentuk lingkaran dan permukaan kulit tipis yang direntangkan pada salah satu sisinya. Kulit yang digunakan biasanya berasal dari kulit kambing atau sapi karena memiliki daya tahan yang baik dan mampu menghasilkan bunyi yang nyaring. Pada beberapa jenis rebana terdapat tambahan logam kecil di bagian samping yang menghasilkan suara gemerincing ketika dimainkan. Cara memainkan rebana cukup sederhana, yaitu dengan memukul permukaan kulit menggunakan tangan. Namun, untuk menghasilkan irama yang harmonis diperlukan keterampilan dan kekompakan antar pemain, terutama jika dimainkan secara berkelompok.
Dalam kehidupan masyarakat, rebana memiliki berbagai fungsi penting. Fungsi yang paling utama adalah sebagai sarana kegiatan keagamaan. Rebana sering digunakan untuk mengiringi pembacaan shalawat, qasidah, hadrah, dan berbagai kegiatan dakwah Islam. Pada acara Maulid Nabi, pengajian, ataupun peringatan hari besar Islam lainnya, suara rebana sering terdengar sebagai pengiring nyanyian religi yang menciptakan suasana khidmat dan meriah. Selain itu, rebana juga menjadi media penyebaran nilai-nilai keislaman melalui syair dan lagu yang dibawakan.
Dikampung saya rebana digunakan untuk mengiringi acara khatam al-Qur’an,dimana saat di arak dari masjid ke rumahnya menggunakan rebana ini.yang beranggotakan sekitar 4 sampai 8 orang,dan ditambah dengan kuluarga, dunsanak,dan bakonya,selain itu ada juga yang dibaca saat arak-arakan tersebut,seperti doa-doa.kalau kita lihat pada zaman sekarang sudah jarang yang memakai acara seperti itu lagi,perlahan budaya kita sudah hampir terlupakan.dan sudah tergantikan dengan yang modren seperti: dramben,dan lain-lain.
Tidak hanya dalam bidang keagamaan, rebana juga memiliki fungsi hiburan dan sosial. Dalam berbagai acara adat seperti pernikahan, penyambutan tamu, dan pertunjukan seni tradisional, rebana digunakan untuk memeriahkan suasana. Irama rebana yang khas mampu menciptakan rasa kebersamaan dan semangat dalam masyarakat. Oleh karena itu, rebana tidak hanya dianggap sebagai alat musik, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat. Itu waktu dulu sekarang sudah jarang ditemukan,yaa karna dengan perkembangan zaman dan teknologi.
Selain sebagai hiburan, rebana juga memiliki fungsi pendidikan. Di sekolah maupun sanggar seni, rebana sering diajarkan sebagai bagian dari pelestarian budaya tradisional Indonesia. Melalui pembelajaran rebana, generasi muda dapat mengenal warisan budaya bangsa sekaligus belajar tentang kerja sama, disiplin, dan kecintaan terhadap seni tradisional.
Saya pernah melihat dalam acara arak-arakan dikampung,waktu itu saya masih kecil dan tidak terlalu memahami kegunaan dari alat ini.tapi sekarang saya tau kenapa para orang tua-tua dikampuang mengunakan alat ini ternyata untuk acara keagamaan ,seperti acara khatam al-qur’an. Pada saat sekarang ini tradisi arak-arakan sudah jarang dipakai lagi karena kurangnya generasi sekarang untuk melanjutkannya.
Rebana dikenal sebagai salah satu instrumen pengiring musik atau syair-syair arab, rebana mulai banyak digunakan oleh masyarakat indonesia terutama dalam kesenian hadrah dan qhosidah.dulu pas saya masih kecil dan mengaji di surau saya sering melihat teman-teman saya memakai alat musik rebana ini saat acara didikan subuh bersama yang dilakukan setiap hari minggu pagi setelah shalat subuh,anak-anak kecil mengikuti pelatihan rebana yang dibimbing oleh guru ngaji itu sendiri.kegiatan berlangsung setengah jam atau satu jam saja.
Alat-alat yang biasa digunakan untuk latihan rebana antara lain : bass,terbang,rolling, dan darbuka,kegiatan seperti ini dulu sudah menjadi rutinitas di surau-surau maupun di masjid di kampung saya.kegiatan ini bertujuan supaya anak-anak remaja lebih terpaut ke masjid dibanding di luar kampung dan mengetahui tentang bagaimana cara melestarikan alat musik islam.
Anak muda zaman sekarang /gen Z lebih bermain gadget dibanding melestarikan tradisi yang ada dikampungnya,mereka cenderung lebih suka K-pop daripada tradisi minangkabau seperti arak-arakan dengan rebana ini.jadi dengan kurangnya minat anak muda terhadap tradisi ini membuat hilangnya secara perlahan tradisi ini,saya berharap semoga tradisi ini diangkat kembali oleh anak muda zaman sekarang supaya tradisi ini tidak terlupakan.
Dengan demikian, rebana merupakan alat musik tradisional yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan religius yang tinggi. Keberadaannya tidak hanya sebagai alat hiburan, tetapi juga sebagai sarana dakwah, pendidikan, dan pelestarian budaya. Oleh sebab itu, rebana perlu terus dijaga dan dilestarikan agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang.dan supaya nilai budaya kita tetap terjaga dan tidak terlupakan.





No comments:
Post a Comment