Sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat, institusi ini siap mereformasi birokrasi. Dorongan kuat dari Andre Rosiade patut dipuji
Ketum Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI), Andarizal mengapresiasi institusi ini yang tengah melakukan langkah radikal, merobohkan sekat-sekat birokrasi yang selama ini seringkali menjadi penghalang antara pasien dan tindakan medis. Dia menilainya langkah itu sebuah revolusi pelayanan sedang digulirkan, menempatkan keselamatan nyawa jauh di atas tumpukan berkas administrasi.
"Pada Jumat (8/5) lalu, atmosfer di bangsal-bangsal perawatan sudah terasa berbeda. Tidak ada lagi keraguan yang membayang di wajah keluarga pasien yang tak memiliki jaminan biaya. RSUP Dr. M. Djamil secara tegas mengirimkan pesan bahwa di bawah atap mereka, detak jantung tidak boleh berhenti hanya karena persoalan administrasi yang belum tuntas. Ini luar biasa, alhamdulillah," ungkap Andarizal penuh syukur.
Dia menyatakan ;angkah RSUP Dr. M. Djamil ini bukanlah sekadar kebijakan teknis, melainkan sebuah "pukulan" terhadap sistem yang seringkali terasa kaku. Selama ini, momok biaya dan kepesertaan administrasi seperti BPJS Kesehatan kerap menjadi beban psikologis bagi pasien kritis. Namun, revolusi ini memastikan bahwa "golden hour" waktu paling krusial dalam menyelamatkan nyawa tidak akan terbuang sia-sia hanya untuk mengurus lembaran kertas.
Apalagi sudah ada penegasan dari Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. “Prinsip kami adalah menyelamatkan pasien terlebih dahulu. Soal administrasi dan pembiayaan, kita cari solusinya bersama sesuai aturan yang berlaku,” ujar Dovy Djanas.
Pernyataan Dovy tentu bukan sekadar janji manis. Di lapangan, para tenaga medis tetap sigap bekerja, mesin-mesin penunjang hidup tetap menderu, dan obat-obatan tetap diberikan tanpa menunggu uang muka atau kartu jaminan di meja pendaftaran.
Dr. Dovy Djanas, juga menegaskan rumah sakit ini adalah milik rakyat. Target besarnya sudah sangat jelas, memastikan setiap masyarakat yang datang dalam kondisi kritis tidak pulang membawa beban hutang yang menyesakkan, melainkan pulang dengan harapan dan kesembuhan yang nyata. Di Sumatera Barat, kemanusiaan kini telah kembali menjadi panglima tertinggi.
Transformasi ini pun mendapat sorotan langsung dari Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI. Saat mengunjungi RSUP Dr. M. Djamil, legislator asal Sumatera Barat tersebut menyaksikan sendiri bagaimana profesionalisme medis berpadu dengan keberpihakan pada rakyat kecil.
"Alhamdulillah, rumah sakit ini bergerak cepat. Saya menyaksikan banyak pasien yang membutuhkan bantuan tanpa jaminan pembayaran tetap terlayani dengan baik. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara melalui pelayanan kemanusiaan," ungkap Andre dengan nada haru.
Dengan ini RSUP Dr. M. Djamil kini membuktikan bahwa sebuah institusi pemerintah mampu menjadi penyemangat di tengah dahaga akan pelayanan kesehatan yang adil. Melalui langkah "Dobrak Birokrasi" ini, kasta ekonomi tidak lagi menjadi pembatas antara pasien dan haknya untuk sehat. Kini RSUP Dr. M. Djamil, setiap nyawa adalah prioritas, dan setiap pasien adalah keluarga. Semoga ini terus terlaksana hingga setiap nafas yang terselamatkan, di sanalah kemenangan kemanusiaan yang sesungguhnya dirayakan.





No comments:
Post a Comment