Membedah 750 Ton Sampah Padang: Antara Prestasi Adipura dan Mimpi Menuju Industri - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Friday, May 8, 2026

Membedah 750 Ton Sampah Padang: Antara Prestasi Adipura dan Mimpi Menuju Industri


Oleh:Obral Chaniago


Kota Padang baru saja menyematkan bintang di pundaknya. Penghargaan Adipura 2026 berhasil dibawa pulang, menjadikannya satu-satunya kota di Sumatera yang meraih prestasi tertinggi tersebut tahun ini. Sebuah pencapaian gemilang, namun di balik piala bergengsi itu, ada cerita "gunung" sampah yang tak pernah tidur. 


Kamis, 7 Mei 2026, suasana di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang tampak sibuk. Kepala Bidang Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) DLH Kota Padang, Luxani, SE, menerima awak media dengan keterbukaan khasnya. Saat bincang, angka fantastis langsung terucap: produksi sampah di Padang menembus 640 hingga 750 ton per hari.


Bayangkan, setiap detik, tim kebersihan kota berjibaku melawan tumpukan sampah yang tak henti-hentinya diproduksi warga dari pasar pemerintah, pasar swasta di Tabing, hingga rumah tangga. 


Pasukan Kuning dan Ratusan Armada


Untuk mengangkut volume raksasa ini ke TPS Akhir Air Dingin, DLH mengerahkan "pasukan kuning" yang berjumlah sekitar 1.200 orang. Ini adalah kombinasi tangguh antara pegawai outsourching dari tiga perusahaan dan pegawai PPPK. Mereka bergerak didukung armada yang tak sedikit: 29 unit dam truk, 9 unit ambrol, dan tak kurang dari 125 becak motor jenis viar yang lincah menembus gang-gang sempit.


Namun, mengelola sampah saat Idul Fitri adalah tantangan tersendiri. Luxani menuturkan, ada fenomena "sampah spesifik" menjelang lebaran. 


"Warga membuang perabotan usang seperti kasur, meja, kursi, hingga material sisa rehab rumah. Volume sampah tambahan ini mencapai 20 hingga 30 persen, membuat angkutan ke TPS Air Dingin menembus angka 750 ton per hari," tutur Luxani. 


Dilema Nilai Adipura: Tertinggal di Industri

Kembali ke persoalan Adipura. Mengapa Padang yang sudah tertib mengelola sampah justru belum mendapat nilai sempurna (10)? 

Luxani berterus terang, nilai Padang diatas 8, namun masih sedikit tertinggal dari daerah di Jawa yang meraih maksimal. 


Kuncinya ada pada satu kata: Industri


"Pengelolaan sampah di Kota Padang belum diolah ke industri. Kota lain yang peraih Adipura dengan nilai 9 hingga 10, rata-rata sudah berbasis industri pengelolaan sampah. 

Kita baru tahap memindahkan bak sampah ke TPS Akhir Air Dingin," ungkanya jujur.


Walaupun begitu, upaya Pemko tidak bisa dipandang sebelah mata. TPS Air Dingin yang luasnya hampir 10 hektar (idealnya lebih dari 7 hektar) menjadi tumpuan akhir. 

Namun, untuk benar-benar beranjak dari "sekadar memindahkan sampah" menjadi mengelola sampah", Padang masih butuh industri pilah sampah. 


Peran LPS dan Masa Depan 400 Liter

Dalam manajemen operasionalnya, DLH Kota Padang tidak sendirian. Mereka berbagi peran dengan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di tingkat kelurahan. 


Menurut Luxani, sampah di atas 400 liter dikelola langsung oleh DLH, sementara 400 liter ke bawah-termasuk sampah rumah tangga-dikelola oleh LPS. Bahkan, persentase penanganan sampah rumah tangga oleh LPS sudah menyentuh angka 80 persen.


"LPS di kelurahan, termasuk yang ada di pasar-pasar warga, membantu memastikan warga taat aturan dan membayar uang sampah. Ini krusial agar sampah tak tercecer, " tambah Luxani. 


Menuju Padang yang Lebih Bersih

Kapan Produksi Pengelolaan Sampah di Kota Padang Menuju Industri? 


Pertanyaan itu masih menggantung, namun upaya keras untuk terus berbenah sudah terlihat. Adipura 2026 adalah bukti kerja keras. 

Namun, mimpi sesungguhnya-Padang yang tidak hanya bersih tapi juga industri pengolahan sampahnya mandiri-adalah pekerjaan rumah (PR) selanjutnya. 


Saat ini, di bawah arahan Kepala DLH Padang, Fadelan Fitra Masta, S. T, M. T., tim terus memutar otak agar 750 ton sampah itu tidak hanya berakhir di tanah, tapi diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi.(*).

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS