Khotbah Waka Polres Pessel Kompol Syafrizen SH Datuk Rang Batuah Khatibul Jumat dimesjid Nurul Hidayah Polres Pessel pada Jumat 1 mei 2026, mengangkat Tema *Amar Ma'ruf Nahi mungkar* dengan Landasan QS. Ali 'Imran 3: Ayat 104)
Khatib Kompol Syafrizen mengajak kaum muslimin hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar.
Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."
Dalam setiap untaian kalimat yang disampaikannya, terselip pesan moral dan Hikayat menyampaikan dalam sebuah dialog, Seorang Kiyai yg berdiri di pintu sorga ditanya Malaikat Wahai Kiyai silakan masuk lalu dijawab Kiyai tunggu sebentar Malaikat ada apa kata Malaikat lalu dijawab Kiyai ada yang dibelakang saya Siapa itu kata Malaikat dan
Dijawab Kiyai Pak Polisi
Ada apa dengan Polisi
Dijawab Kiyai : kalau Kiyai/ Ustd hanya dapat amal 1 hanya mengajak yg makruf ( mengajak kebaikan) sedangkan Polisi disamping mampu mengajak kebaikan juga mampu mencegah kemungkaran jadi Polisi dapat 2 maka utk itu polisi lebih duluan masuk sorga dari Kiyai/ Ustd
Demikian lah hebatnya tugas umat Rasulullah SAW bukan hanya mengajak kepada kebaikan tetapi juga mencegah kemungkaran
Semoga kita semuanya tergolong hamba yg mampu mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran sehingga menjadi hamba yang beruntung
Jika kita tidak mencegah Kemungkaran didepan mata maka terjadi pembiaran maka kita diancam oleh Allah swt dalam Firman Nya
QS Al-Maidah ayat 78- 79 Terjemahan nya "Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas"
Wakapolres juga mengingatkan ancaman Allah bagi yang membiarkan kemungkaran di depan mata. Ia membacakan ,QS. Al-Maidah ayat 78-79:
Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.
“Jadi tanggung jawab amar ma’ruf nahi mungkar bukan hanya ustaz dan polisi saja, tapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Tungku Tigo Sajarangan Kunci Kamtibmas,
Mengaitkan dengan budaya Minangkabau, Kompol Syafrizen menyebut filosofi , Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) harus dihidupkan.
Ia mengajak unsur _Tungku Tigo Sajarangan_ yakni Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, serta Bundo Kanduang untuk bersinergi.
Saciok bak ayam, sadanciang bak basi. Saiyo sakato, saayun salangkah. Duduk surang basampik-sampik, duduk basamo balapang-lapang. Bulek ayie dek pambuluah, bulek kato dek mupakat, pesannya.
Jika nilai luhur itu dijalankan dan setiap masalah diselesaikan lewat musyawarah mufakat, Wakapolres optimistis Pesisir Selatan bisa capai:
Zero balap liar, zero tawuran, zero miras dan narkoba, serta terhindar dari seks menyimpang, perzinaan, selingkuh, dan bahaya LGBT.
“Insya Allah akan tercipta kamtibmas yang kondusif di seluruh nagari Pesisir Selatan,” tutup Kompol Syafrizen.





No comments:
Post a Comment