Bahasa Kita, Citra Kita: Gen Z Bicara Bahasa Indonesia - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Monday, May 18, 2026

Bahasa Kita, Citra Kita: Gen Z Bicara Bahasa Indonesia

Penulis : 
1.Aurelia ramadhan
2.Andhika alfat hakim
3. Ciyara Renata Putri 
4. Tasqiya Tirta Addiem 
5. Muhammad Bintang W
6. Riski Miqdad Yalzan

mata kuliah Bahasa Indonesia mahasiswa universitas Andalas Padang 



Di tengah maraknya penggunaan bahasa gaul di media sosial, Generasi Z dihadapkan pada dilema sederhana: mengikuti tren atau menjaga bahasa Indonesia. Dalam keseharian, kita semakin sering menemukan campuran bahasa Indonesia dengan istilah asing maupun singkatan yang terasa lebih praktis. Bahkan, tidak jarang kebiasaan ini terbawa hingga ke lingkungan yang seharusnya menuntut penggunaan bahasa formal, seperti di kampus. Fenomena ini mungkin terlihat sepele, tetapi sebenarnya menyimpan persoalan yang lebih besar mengenai kesadaran berbahasa.


Perubahan pola komunikasi ini tidak lepas dari pengaruh media sosial yang begitu kuat. Sebagai ruang interaksi utama, media sosial mendorong penggunaan bahasa yang cepat, singkat, dan fleksibel. Generasi muda pun cenderung memilih bahasa yang dianggap mudah dan sesuai dengan tren yang sedang berkembang. Dalam konteks ini, bahasa gaul menjadi pilihan karena dianggap lebih ekspresif dan dekat dengan keseharian. Namun, tanpa disadari, kebiasaan ini perlahan menggeser penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.


Kondisi tersebut juga terlihat dari hasil kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa FISIP Universitas Andalas angkatan 2025. Berdasarkan wawancara yang dilakukan, sebagian besar responden mengaku lebih sering menggunakan bahasa tidak baku dalam komunikasi sehari-hari. Tidak hanya itu, beberapa di antaranya bahkan menggunakannya dalam diskusi akademik atau situasi formal lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa batas antara bahasa formal dan informal semakin kabur. Jika dibiarkan, fenomena ini berpotensi menurunkan kualitas penggunaan bahasa Indonesia di lingkungan akademik.


Meski demikian, fenomena ini tidak dapat dipandang hanya dari sisi negatif. Penggunaan bahasa gaul juga mencerminkan kreativitas Generasi Z dalam berbahasa. Mereka mampu menciptakan gaya komunikasi yang dinamis dan relevan dengan perkembangan zaman. Namun, kreativitas tanpa kesadaran konteks justru bisa menjadi bumerang. Penggunaan bahasa yang kurang tepat dalam situasi formal dapat memengaruhi citra diri, terutama bagi mahasiswa sebagai bagian dari generasi intelektual.


Di sinilah pentingnya menempatkan bahasa sesuai dengan situasi dan kebutuhan. Bahasa Indonesia bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga bagian dari identitas bangsa. Sejak Sumpah Pemuda, bahasa Indonesia telah menjadi simbol persatuan yang mempersatukan berbagai latar belakang budaya. Dalam konteks akademik, penggunaan bahasa yang baik dan benar juga mencerminkan sikap berpikir yang sistematis dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, menjaga kualitas berbahasa bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap identitas nasional.


Melihat kondisi tersebut, diperlukan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda untuk meningkatkan kesadaran berbahasa. Salah satunya melalui media visual seperti poster yang dirancang secara menarik dan komunikatif. Dalam proyek “Bahasa Kita, Citra Kita: Gen Z Bicara Bahasa Indonesia”, poster digunakan sebagai media ajakan untuk mengingatkan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penyebaran dilakukan melalui mading kampus dan media sosial agar pesan yang disampaikan lebih mudah menjangkau mahasiswa.


Pendekatan ini menunjukkan hasil yang cukup positif. Mahasiswa mulai menyadari bahwa bahasa yang mereka gunakan sehari-hari tidak hanya sekadar kebiasaan, tetapi juga mencerminkan citra diri. Cara berbahasa dapat memengaruhi bagaimana seseorang dipandang di lingkungan akademik maupun di ruang publik digital. Kesadaran sederhana ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun sikap berbahasa yang lebih bertanggung jawab.


Fenomena ini tidak bisa dianggap sepele. Jika penggunaan bahasa tidak ditempatkan secara tepat, lama-kelamaan batas antara bahasa formal dan informal akan semakin hilang. Dalam jangka panjang, hal ini dapat berdampak pada menurunnya kemampuan berbahasa secara akademik. Padahal, kemampuan tersebut merupakan salah satu aspek penting dalam dunia pendidikan dan profesional.


Pada akhirnya, persoalan bahasa bukan tentang membatasi penggunaan bahasa gaul atau menolak perkembangan zaman. Yang lebih penting adalah bagaimana Generasi Z mampu menyeimbangkan antara kreativitas dan kesadaran berbahasa. Menggunakan bahasa gaul dalam konteks santai bukanlah masalah, selama tetap mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam situasi yang tepat.


Sebagai generasi muda, mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa Indonesia di tengah arus globalisasi. Kesadaran ini bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti cara berkomunikasi di kelas, menulis tugas, hingga berinteraksi di media sosial. Jika bukan dimulai dari generasi muda, upaya menjaga bahasa Indonesia hanya akan berhenti sebagai wacana. Pada akhirnya, bahasa yang kita gunakan bukan hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga cerminan siapa kita sebagai bangsa.

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS