Kepala dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Syefdinon S,Sos. MM membuka kegiatan Forum Group Discusion (FGD) kajian efeketifitas restocking serta telaah kebijakan penggunaan bagan di danau singkarak yang dilaksanakan pada hari Rabu 22 april di Padang
Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam merumuskan
kebijakan berbasis ilmiah guna menjaga keberlanjutan ikan bilih merupakan ikan
endemik danau Singkarak yang saat ini menghadapi tekanan serius akibat
penangkapan berleebihan dan degradasi lingkungan
Danau singkarak sebagai salah satu danau prioritas nasioanl
memiliki peran vital, baik secara ekologi maupun sebagai sumber penghidupan
masyarakt. Namun kondisi saa ini menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan sumber
daya ikan bilih telah memelbihi batas optimal /overfhising sehingga membutuhkan
langkah pengendalian yang lebih tegas dan terukur.
Dalam arahan kepala dinas menegaskan Keberlanjutan ikan bilih
bukan hanya tanggung jawab kita bersama diperlukan sinergi seluruh pihak
untukmenjaga keseimbangan ekosistem danau singkarak agar tetap lestari
FGD ini membahas berbagai upaya strategi mulai dari
efektivitas restocking penyusunan pedoman teknis, sehingga pengaturan alat
tangkap seperti bagan agar pengelolaan sumber daya perikanan dapat berjalan
secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang.
Melalui forum ini diharapkan
lahir rekomendasi kebijakan yang kuat dan implementataif demi menjaga
kelestarian ikan bilih serta berkelanjutan kehidupan masyarakat yang bergantung
pppada danau singkarak.
Dan mengajak masyarakat secara bersama agar ikan bilih
lestari sepanjang masa,” ujar Syefdinon





No comments:
Post a Comment