Innaalillahi wainnaailaihi rooji’uun.
Kepergian Evawani binti Mansyur pada Rabu (25/3/2026) pukul 15.30 WIB menyisakan duka mendalam bagi keluarga, alumni SMPN 13 Padang, dan warga Tabing. Almarhumah wafat pada usia 67 tahun di RS Dr M. Djamil Padang setelah menjalani operasi kanker usus dan sempat koma selama tujuh hari.
Berita dukapun beredar melalui grup WhatsApp alumni SMPN 13 Padang segera menggemparkan rekan-rekan seangkatan serta masyarakat sekitar. Informasi tersebut menyebar cepat dan memicu gelombang belasungkawa dari berbagai kalangan yang mengenal almarhumah.
Semasa hidupnya, Evawani dikenal sebagai pencetus gerakan Jumat Barokah yang dihimpun dari sumbangan alumni SMPN 13 Padang dan para dermawan. Inisiatif itu menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Duka mendalam dirasakan oleh suaminya, Eka Putra, anak-anak, serta keluarga besar Suku Sumpadang di Pondok Pinang, Lubuk Buaya, Padang.
Ribuan pelayat yang terdiri atas keluarga, tetangga, sahabat, dan sesama alumni mengantarkan jenazah ke pemakaman keluarga di Pondok Pinang, Lubuk Buaya, pada Kamis (26/3/2026).
“Almarhumah adalah sosok yang baik, bijaksana, dan dewasa dalam menyikapi setiap persoalan,” ujar salah seorang rekan semasa sekolah.
Ucapan duka dan doa terus mengalir dari kerabat dan masyarakat yang pernah mengenal almarhumah, seraya berharap almarhumah mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah





No comments:
Post a Comment