Bps Sumbar: Komuniti Pangan Penyumbang Inflasi Di Sumbar - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Tuesday, March 3, 2026

Bps Sumbar: Komuniti Pangan Penyumbang Inflasi Di Sumbar



Perkembangan harga di Sumatera Barat secara umum pada bulan Februari 2026 dan menjelang lebaran 2026 mengalami inflasi sebesar 0,30 persen jika dibanding bulan sebelumnya.


Hal itu disampaikan Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin, Senin (2/3). Sementara jika dibandingkan secara tahun kalender (yto-d), terjadi deflasi sebesar 0,85 persen, dan secara tahunan (y-on-y) terjadi inflasi sebesar 4,39 persen.



Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi pemicu utama terjadinya Inflasi m-to-m, yang mengalami inflasi sebesar 2,58 persen dengan andil sebesar 0,14 persen, dengan komoditas utamanya adalah emas perhiasan.


Selanjutnya kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga memberikan kontribusi yang cukup besar, mengalami inflasi sebesar 0,80 persen dengan andil 0,14 persen dengan komoditas utamanya tarif air minum PAM. Tarif air minum PAM ini kembali ke harga normal, dimana sebelumnya ada pemberian diskon oleh PDAM Kota Padang.


Kelompok makanan, minuman dan tembakau juga menjadi penyebab terjadinya inflasi, yang mengalami inflasi sebesar 0,06 persen dengan andil inflasi sebesar 0,02 persen. Beberapa komoditas yang dominan mendorong terjadinya inflasi/kenaikan harga beserta andilnya pada kelompok pengeluaran ini antara lain cabai merah (inflasi 14,54 persen, andil 0,26 persen), daging ayam ras (inflasi 2,70 persen, andil 0,04 persen), dan jengkol (inflasi 23,67 persen, andil 0,04 persen).


Selain kelompok di atas, kelompok pakaian dan alas kaki; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga; kelompok kesehatan; kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya; kelompok pendidikan; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman; juga mengalami inflasi.

Nurul mengatakan, dari 19 kabupaten/kota yang ada di Sumatra Barat, tercatat inflasi tertinggi terjadi di Kota Bukittinggi. Sementara, angka inflasi terendah adalah di Kabupaten Pasaman Barat.


"Untuk di Kota Bukittinggi angka inflasinya sebesar 5,17 persen dengan IHK sebesar 111,43," katanya.


Sementara, untuk inflasi terendah yang terjadi di Kabupaten Pasaman Barat menurut Nurul berada pada angka 3,81 persen dengan IHK sebesar 112,90.


Sedangkan kelompok transportasi mengalami deflasi. Tiga dari empat kabupaten/kota IHK di Sumatera Barat mengalami inflasi secara m-to-m.


# Berbagai Sumber

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS