Ulakan — Mahasiswa KKN Reguler 1 Universitas Andalas Tahun 2026 melaksanakan kegiatan sosialisasi formulasi ransum ayam petelur pada fase grower di Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan pada hari minggu, 1 Februari 2026 pada jam 16.30 WIB, adapun kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam menyusun ransum yang tepat, seimbang, dan efisien guna menunjang pertumbuhan ayam petelur sebelum memasuki masa produksi telur.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh peternak ayam petelur, masyarakat yang bergerak di bidang peternakan unggas, serta perangkat nagari yang mendukung pelaksanaan program kerja mahasiswa KKN. Pelaksanaan kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Universitas Andalas dalam mendukung pengembangan sektor peternakan di Nagari Ulakan, khususnya dalam aspek manajemen pakan ternak.
Latar belakang dilaksanakannya kegiatan ini adalah tingginya biaya pakan yang masih menjadi kendala utama dalam usaha peternakan ayam petelur. Pakan diketahui menyumbang sebagian besar biaya produksi, sehingga diperlukan strategi yang tepat agar peternak dapat menekan biaya tanpa mengurangi kualitas nutrisi pakan. Melalui kegiatan sosialisasi formulasi ransum, Mahasiswa KKN Reguler 1 Universitas Andalas Tahun 2026 berupaya memberikan pemahaman kepada peternak agar mampu menyusun ransum secara mandiri dengan memanfaatkan bahan pakan lokal yang tersedia di sekitar Nagari Ulakan.
Sosialisasi ini difokuskan pada ayam petelur fase grower, yaitu fase pertumbuhan ayam setelah fase starter dan sebelum memasuki fase layer. Fase grower merupakan fase yang sangat penting karena pada tahap ini terjadi pertumbuhan rangka, pembentukan jaringan tubuh, serta persiapan organ reproduksi. Kesalahan dalam pemberian ransum pada fase grower dapat berdampak pada pertumbuhan ayam yang tidak optimal dan berpengaruh terhadap produktivitas telur pada fase produksi.
Dalam penyampaian materi, mahasiswa KKN menjelaskan secara rinci mengenai kebutuhan nutrisi ayam petelur fase grower, seperti energi metabolisme, protein, asam amino esensial, mineral, dan vitamin. Peserta diberikan pemahaman bahwa keseimbangan nutrisi dalam ransum sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ayam yang optimal. Kekurangan nutrisi dapat menghambat pertumbuhan, sedangkan kelebihan nutrisi dapat menyebabkan pemborosan biaya pakan.
Selain itu, mahasiswa KKN Reguler 1 Universitas Andalas Tahun 2026 juga memperkenalkan berbagai jenis bahan pakan yang dapat digunakan dalam formulasi ransum ayam petelur fase grower. Jagung diperkenalkan sebagai sumber energi utama, tepung ikan sebagai sumber protein, serta dedak padi sebagai bahan pakan tambahan yang mudah diperoleh oleh peternak setempat. Premix vitamin dan mineral juga diperkenalkan sebagai bahan pelengkap untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mikro ayam.
Dalam kegiatan ini, peserta juga diberikan penjelasan mengenai proses formulasi ransum secara sederhana dan aplikatif. Mahasiswa KKN memaparkan langkah-langkah dasar dalam menyusun ransum, mulai dari menentukan kebutuhan nutrisi ayam, memilih bahan pakan, hingga menghitung proporsi bahan agar ransum yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan ayam petelur fase grower. Metode formulasi manual diperkenalkan agar dapat diterapkan oleh peternak skala kecil dan menengah.
Antusiasme peternak terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama saat sesi diskusi dan tanya jawab. Para peternak aktif menyampaikan berbagai permasalahan yang mereka hadapi di lapangan, seperti tingginya harga pakan pabrikan, keterbatasan pengetahuan mengenai kandungan nutrisi bahan pakan, serta kesulitan dalam menyusun ransum yang tepat. Mahasiswa KKN berusaha menjawab pertanyaan peserta dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami agar materi dapat diterapkan secara langsung.
Salah satu peternak ayam petelur di Nagari Ulakan menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi peternak, khususnya dalam memahami pentingnya formulasi ransum pada fase grower. Suami Buk Animar selaku peternak ayam juga berkata “Dengan adanya program adek-adek KKN ini sangat membantu bapak dalam masalah pakan, Bapak sangat senang dengan penjelasan yang disampaikan” Ujarnya. Selama ini, banyak peternak yang masih memberikan pakan berdasarkan kebiasaan tanpa memperhatikan kebutuhan nutrisi ayam. Dengan adanya kegiatan ini, peternak menjadi lebih memahami peran ransum dalam menunjang pertumbuhan ayam dan keberhasilan produksi telur.
Kegiatan sosialisasi formulasi ransum ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan usaha peternakan ayam petelur di Nagari Ulakan. Dengan pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini, peternak diharapkan mampu menyusun ransum yang lebih efisien, menekan biaya produksi, serta menghasilkan ayam dengan pertumbuhan yang seragam dan sehat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas telur pada fase layer dan kesejahteraan peternak.
Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi Mahasiswa KKN Reguler 1 Universitas Andalas Tahun 2026 dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan ke dalam kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa dapat berperan aktif dalam membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi masyarakat, khususnya di bidang peternakan.
Ke depan, Mahasiswa KKN Reguler 1 Universitas Andalas Tahun 2026 berharap kegiatan sosialisasi dan pendampingan seperti ini dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan. Dengan adanya sinergi antara mahasiswa, peternak, dan pemerintah nagari, diharapkan Nagari Ulakan dapat menjadi wilayah yang memiliki usaha peternakan ayam petelur yang mandiri, efisien, dan berkelanjutan.







No comments:
Post a Comment