Petak Toko Fase VII Pasar Raya Padang "Permainan" Lumbung Uang Pribadi, Menunggu Penyewa dengan Harga Tinggi - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Sunday, February 8, 2026

Petak Toko Fase VII Pasar Raya Padang "Permainan" Lumbung Uang Pribadi, Menunggu Penyewa dengan Harga Tinggi


Penulis:Obral Chaniago


Diamati, pada tahun lalu, Fase VII Pasar Raya Padang berdiri dengan megah, seolah ingin menghapus memori kelam gampa 2029, dan merobohkan stigma kumuh di jantung kota. 

Bangunan baru itu "tacelak" (cantik), mentering, dan diresmikan dengan harapan besar, menjadi pusat perputaran roda ekonomi Minang yang moderen. Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) serta APBN digelontorkan, melahirkan gedung 3 lantai yang diharapkan menjadi kebanggaan baru.


Namun, setahun berlalu, janji manis itu belum sepenuhnya tuntas. 


Masuk ke dalam gedung, pengunjung justru disambut pemandangan janggal. Sekitar 40 persen petak toko masih menganga (www.jurnalissumbar.com, www.mjnews.id, www. momenpembaruan.com  sunyi tanpa dagangan, sunyi tanpa sapaan pedagang. 

Lantai atas terkesan mati suri, kontras dengan gemerlap harapan yang sudah serah terima kunci. 


Ada "aroma tak sedap" yang menggelantung di balik pintu-pintu yang terkunci rapat itu-bukan aroma barang dagangan, melainkan aroma dugaan kongkalinkong yang menusuk hidung. 


Disinyalir, petak-petak strategis yang nganggur itu tidak dipasok oleh pedagang murni, melainkan telah dikuasai oleh segelintir orang berpengaruh. Ada dugaan permainan, dimana petak-petak toko tersebut dijadikan "lumbung uang" pribadi, menunggu penyewa dengan harga tinggi, yang hingga kini tak kunjung datang. 

Petak-petak itu ibarat bangunan tak bertuan yang dipagari oleh kepentingan. 


"Permainan" ini seolah menjadikan APBD Kota Padang sebagai ajang 'game' bagi putra daerah atau sosok berpengaruh, yang menjadikan proyek negara sebagai pundi kekayaan pribadi.

Akibatnya, kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perdagangan di Fase VII menjadi minim, tertahan oleh keserakahan yang dibungkus relokasi. 


Wali Kota Padang, sebagai nakhoda, seolah menutup mata atau tak jeli melihat "permainan" di bawah hidungnya. Lantas, di mana wakil rakyat ? Saat rakyat kecil menjerit, mereka seringkali berlaku seperti 'kura-kura dalam perahu'-berpura-pura tidak tahu, diam membisu meski tahu ada yang salah di depan mata. 


Fase VII yang seharusnya, menjadi rumah bagi pedagang kecil, kini terancam menjadi menumen sunyi, tempat bersemayamnya ego segelintir elite yang diatas penderitaan pedagang sejati. 


Diketahui, pembangunan Fase VII Pasar Raya Padang menelan anggaran APBN tahun 2023 hingga 2024 Rp 103 miliar hingga Rp 112 miliar (Antara Photo), Instagram. Bangunan tiga 4 lantai ini memiliki total kapasitas menampung sedikitnya 900 hingga 1.143 pedagang (kombinasi los dan kios) Infopublik. id, Detik Finance. 


Dengan rincian, anggaran Rp 103.998.268.000 (kontrak awal) Tempo.co, sering dibulatkan Rp 103-112 miliar (APBN 2023-2024) Instagram.


Jumlah kios/petak: terdiri dari 304 kios dan 650 lapak/kios Instagram. 


Total pedagang: mampu menampung 900-an hingga 1.143 pedagang. 


Fasilitas: 3 lantai (Semi basement, Lantai 1, lantai 2) dan lantai 3 untuk parkir (kapasitas 120 mobil dan 114 motor) Instagram, Tempo.co


Pasar Fase VII ini telah selesai dan diresmikan untuk ditempati pedagang pada akhir 2024.(*).

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS