Nama: Wafiq Rizki Ananda, Farhan Fiermansyah, Cinta Riza Febriani, Dwi Febrianti, Nopra Mardelita, dan Syahlini Nayla Wulandari.
Lareh Nan Panjang Selatan — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaboratif Universitas Andalas (UNAND) dan Universitas Riau (UNRI), dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Sosmiarti, SE, M.Si, serta dukungan dari Wali Nagari Lareh Nan Panjang Selatan, Zainal, S.S.T.Pi., NL.P., CPA., CPArb., melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pembuatan dan pemanfaatan pupuk kompos organik berbahan kotoran sapi dan sekam.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tanah pertanian sekaligus mendorong penerapan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan di Nagari Lareh Nan Panjang Selatan.
Kegiatan ini melibatkan 6 mahasiswa sebagai pelaksana program kerja yaitu 1 mahasiswa UNRI dan 5 mahasiswa UNAND.
Fokus utama kegiatan ini adalah pengolahan kotoran sapi dan sekam menjadi pupuk kompos organik melalui teknik pengomposan sederhana yang mudah diterapkan oleh masyarakat. Proses pembuatan kompos meliputi pencampuran bahan, pengaturan kelembapan, serta fermentasi hingga kompos matang dan siap digunakan. Penggunaan pupuk kompos ini diharapkan dapat menjadi alternatif pengganti pupuk kimia yang selama ini banyak digunakan oleh petani, sekaligus berkontribusi dalam memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kandungan bahan organik tanah.
Dalam rangka memperluas wawasan masyarakat terkait kebijakan dan arah pembangunan sektor pertanian, mahasiswa KKN bersama perangkat nagari dan masyarakat turut mengikuti kegiatan diskusi secara daring (Zoom) dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia. Kegiatan ini membahas isu-isu strategis terkait pemanfaatan lahan pertanian, ketahanan pangan, serta dukungan pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat di sektor pertanian. Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai peluang pengembangan pertanian berkelanjutan di tingkat nagari.
Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Sosmiarti, SE, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan pembuatan pupuk kompos ini memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. “Kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis kepada masyarakat dalam mengolah limbah ternak, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kualitas tanah dan lingkungan melalui penggunaan pupuk organik,” ujarnya.
Sementara itu, Pak Razali, selaku Ketua Kelompok Tani Dama Saiyo sekaligus anggota Badan Musyawarah Lareh Nan Panjang Selatan, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN UNAND dan UNRI. Ia menilai kegiatan pemanfaatan kotoran sapi dan sekam menjadi pupuk kompos sangat bermanfaat bagi petani karena dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia serta memanfaatkan limbah yang selama ini belum dikelola dengan baik. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemantauan hasil kompos yang telah dihasilkan serta kesepakatan bersama untuk melanjutkan penggunaan pupuk kompos dalam kegiatan pertanian masyarakat setelah masa KKN berakhir. Melalui kolaborasi mahasiswa UNAND dan UNRI dengan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas tanah, mengelola limbah organik, dan mendukung pertanian berkelanjutan di Nagari Lareh Nan Panjang Selatan.

.jpg)

.jpg)




No comments:
Post a Comment