Pematang Panjang, 13 Januari 2026 – Sebuah langkah edukatif dan penuh makna dilakukan oleh Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Andalas (UNAND) 2026. Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan kemasan pangan yang baik dan aman di tingkat usia dini. Bertempat di SD Negeri 18 Pematang Panjang, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, puluhan siswa kelas I hingga VI mengikuti kegiatan edukasi bertajuk “Mengenal Kemasan yang Baik dan Aman: Edukasi Cerdas untuk Siswa Sekolah Dasar” pada Selasa, 13 Januari 2026. Kegiatan ini disambut antusias oleh pihak sekolah maupun peserta didik, menandai pentingnya edukasi kesehatan sejak usia dini.
Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 13.00 WIB ini diselenggarakan dengan tujuan memberikan pemahaman sederhana namun mendalam kepada siswa terkait pentingnya memilih makanan dan minuman yang dikemas secara higienis, aman, dan layak konsumsi. Kegiatan dipimpin langsung oleh koordinator kegiatan, Hafsyah bersama delapan anggota tim lainnya yang berasal dari berbagai jurusan, antara lain Agroindustri, Kesehatan masyarakat, Pendidikan dokter, Hukum, Teknologi Pangan Hasil Pertanian, Farmasi, dan Teknik lingkungan.
Dihadiri oleh Kepala Sekolah SD N 18 Pematang Panjang, Ibu Hasbiyarti, S.Pd, serta para guru pendamping, acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala Sekolah yang menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif edukatif yang dilakukan oleh para mahasiswa. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran rekan-rekan mahasiswa UNAND. Kegiatan seperti ini sangat penting bagi siswa, karena mereka masih dalam tahap pembentukan kebiasaan dan pemahaman akan hal-hal yang berdampak pada kesehatan mereka sehari-hari,” ujar Hasbiyarti dalam sambutannya.
Tim mahasiswa KKN UNAND 2026 merancang kegiatan ini dengan pendekatan yang interaktif dan ramah anak. Mengingat target audiens adalah siswa sekolah dasar yang masih berada dalam rentang usia 7 hingga 13 tahun, metode penyampaian materi dibuat sederhana, menarik, serta mudah dipahami. Materi utama yang disampaikan mencakup pentingnya kemasan makanan yang higienis, bagaimana mengenali ciri-ciri kemasan yang aman, serta bahaya dari kemasan tidak layak atau makanan kemasan yang sudah rusak dan kedaluwarsa.
Salah satu metode yang digunakan adalah simulasi “Detektif Kemasan”. Dalam permainan ini, siswa diberikan contoh kemasan makanan yang bervariasi—ada yang utuh, kedaluwarsa, robek, atau penyok. Dengan bimbingan mahasiswa, mereka diajak untuk mengidentifikasi mana yang aman untuk dikonsumsi dan mana yang tidak. Setiap siswa diberi kesempatan untuk memeriksa kemasan dan menjelaskan alasannya di depan teman-temannya.
Menurut Hafsyah selaku koordinator kegiatan, edukasi tentang kemasan pangan menjadi sangat relevan di tengah maraknya penjualan makanan ringan dan minuman kemasan di sekitar area sekolah. “Kita tahu bahwa anak-anak sering membeli jajanan di warung sekolah atau kantin. Tidak semua produk yang dijual memiliki kemasan yang terjamin keamanannya. Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak mampu menjadi konsumen yang cerdas sejak dini,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kemasan yang baik harus memenuhi beberapa kriteria dasar, seperti terbuat dari bahan yang aman (tidak mengandung zat berbahaya), tidak bocor atau rusak, tercantum tanggal kadaluwarsa dan nomor izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta disimpan dengan benar—tidak terpapar sinar matahari langsung atau tempat yang lembap.
“Kemasan bukan sekadar pembungkus. Fungsinya sangat vital: melindungi makanan dari kontaminasi, menjaga kesegaran, dan memberikan informasi penting bagi konsumen,” ujar Hafsyah.
Kegiatan edukasi tentang kemasan yang baik dan aman di SD N 18 Pematang Panjang merupakan contoh nyata bagaimana pendidikan kesehatan dapat disampaikan secara menarik dan efektif kepada generasi muda. Di tengah maraknya makanan kemasan dan jajanan instan, penting bagi anak-anak untuk diajarkan pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan pangan sejak dini. Pemilihan tema ini juga sejalan dengan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yang menekankan pencegahan penyakit melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk dalam pemilihan makanan.
Dengan pendekatan yang edukatif, menyenangkan, dan partisipatif, kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim Mahasiswa KKN UNAND 2026 ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga menanamkan kesadaran kritis di benak siswa. Anak-anak bukan lagi konsumen pasif, melainkan calon generasi yang mampu membuat pilihan sehat dan bijak.
Mengenal kemasan yang baik dan aman bukanlah topik yang terlalu rumit untuk diajarkan kepada anak-anak. Dengan penyampaian yang tepat, mereka mampu memahami pentingnya menjaga kesehatan melalui hal-hal sederhana seperti memilih makanan ber-kemasan layak. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan kesehatan dapat dimulai dari bangku sekolah dasar, dan setiap langkah kecil yang diambil hari ini akan menjadi fondasi kuat bagi masyarakat yang lebih sehat di masa depan.
SD N 18 Pematang Panjang bersama Tim KKN UNAND 2026 telah menunjukkan bahwa perubahan positif bisa dimulai dari ruang kelas kecil, dengan anak-anak yang belajar untuk menjadi detektif kecil yang cerdas—pintar memilih, waspada terhadap bahaya, dan peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan orang lain.





No comments:
Post a Comment