Oleh : M Rasyid Ridho, Mahasiswa KKN UNAND Reguler Periode 1 2026 Kabupaten Agam, Kecamatan Palembayan, Nagari Ampek Koto Palembayan. (Jum’at 27 Februari 2026)
Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan masih menjadi permasalahan utama dalam sistem pertanian modern, khususnya akibat kurangnya pemahaman petani mengenai dosis dan cara aplikasi yang tepat. Kegiatan edukasi dan pelatihan pembuatan pestisida nabati dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran petani terhadap dampak negatif pestisida kimia serta memperkenalkan alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan. Pestisida nabati berbahan dasar daun pepaya dan kulit bawang merah terbukti efektif dalam mengendalikan hama dan mudah dibuat dengan biaya rendah.
Pembuatan Pestisida Nabati Oleh Mahasiswa KKN UNAND
Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi dan penerapan pestisida nabati berpotensi mengurangi penggunaan pestisida kimia sekaligus meningkatkan keberlanjutan sistem pertanian.
Pestisida kimia telah lama digunakan untuk mengendalikan hama tanaman, namun penggunaannya yang berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Residu pestisida dapat mencemari tanah, air, dan udara serta mengganggu mikroorganisme tanah dan serangga menguntungkan. Selain itu, paparan pestisida kimia berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah penggunaan pestisida nabati yang berasal dari bahan alami dan relatif aman bagi lingkungan
Pembuatan Pestisida Nabati Oleh Mahasiswa KKN UNAND
Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat petani mengenai bahaya pestisida kimia dan cara pembuatan pestisida nabati. Bahan utama yang digunakan adalah daun pepaya dan kulit bawang merah. Proses pembuatan dilakukan dengan metode perendaman dan fermentasi selama 12–24 jam untuk mengekstraksi senyawa aktif, kemudian ditambahkan sedikit sabun cair sebagai perekat agar larutan lebih efektif saat diaplikasikan pada tanaman.
Daun pepaya mengandung senyawa aktif seperti papain, flavonoid, saponin, dan alkaloid yang berfungsi sebagai racun kontak dan mengganggu sistem metabolisme hama. Sementara itu, kulit bawang merah mengandung senyawa organosulfur yang memiliki sifat antifungi dan berfungsi sebagai pengusir hama alami. Pestisida nabati ini efektif dalam mengendalikan hama umum seperti kutu daun, wereng, thrips, dan ulat grayak.
Selain itu, kegiatan edukasi meningkatkan pemahaman petani tentang penggunaan pestisida yang tepat, dampak residu pestisida, serta pentingnya pengendalian hama yang ramah lingkungan. Antusiasme masyarakat menunjukkan adanya peningkatan kesadaran terhadap pertanian berkelanjutan.
Edukasi dan pelatihan pembuatan pestisida nabati terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan petani serta memberikan alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan, murah, dan mudah diterapkan. Pestisida nabati berbahan dasar daun pepaya dan kulit bawang merah memiliki potensi besar untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia dan mendukung sistem pertanian berkelanjutan.






No comments:
Post a Comment