Padang - JS
Universitas Andalas (UNAND) resmi mengukuhkan Ketua Umum dan Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Andalas (DPP IKA UNAND) periode 2025–2029. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Rektor UNAND, Efa Yonnedi, Ph.D., dan ditandai dengan penyerahan pataka kepada Ketua Umum terpilih, Denny Abdi.
Denny Abdi merupakan alumnus Fakultas Ekonomi UNAND angkatan 1988. Saat ini, ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia setelah dilantik pada 17 September 2025.
Susunan pengurus inti DPP IKA UNAND periode 2025–2029 terdiri atas Ketua Harian Elen Setiadi, Sekretaris Jenderal Gusti Candra, dan Bendahara Umum Novrihandri. Kepengurusan ini diperkuat oleh struktur organisasi yang meliputi 11 Wakil Ketua Umum, 11 Wakil Sekretaris Jenderal, 6 Wakil Bendahara Umum, serta 33 Koordinator Departemen.
Selain itu, Dewan Penasihat dipimpin oleh Prof. Musliar Kasim dengan Wakil Ketua Dr. Ilhamdi Taufik dan Sekretaris Prof. Tafdil Husni. Sementara Dewan Pakar diketuai oleh Maxdeyul Sola dengan Wakil Ketua Khairul Ikhwan dan Sekretaris Prof. apt. Dedi Prima Putra. Seluruh susunan kepengurusan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Ketua Umum IKA UNAND hasil Kongres VII yang digelar pada 29 November 2025 di Padang.
Pada kesempatan yang sama, IKA UNAND meluncurkan IKA UNAND Network, sebuah platform digital terintegrasi yang bertujuan memperkuat silaturahmi dan jejaring profesional alumni, meningkatkan kolaborasi lintas sektor, serta menumbuhkan rasa bangga dan kontribusi alumni terhadap almamater, masyarakat, dan bangsa. Turut diperkenalkan pula program IKA UNAND Charity yang difokuskan pada bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di sekitar UNAND.
Ketua Umum DPP IKA UNAND, Denny Abdi, menyampaikan bahwa jumlah alumni UNAND saat ini mencapai sekitar 160.000 orang. Ia menekankan pentingnya peran alumni sebagai jembatan antara mahasiswa dan dunia kerja melalui program magang, mentorship, serta pembukaan akses peluang karier di berbagai sektor.
Menurutnya, alumni juga memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kinerja UNAND di berbagai indikator, termasuk percepatan masa tunggu lulusan untuk memperoleh pekerjaan. Kehadiran aplikasi IKA UNAND Network diharapkan menjadi wadah mentoring, komunikasi, dan koordinasi antara alumni dan mahasiswa.
Lebih lanjut, Denny Abdi menegaskan bahwa fokus awal kepengurusan adalah penguatan kas organisasi guna menopang pelaksanaan program kerja. Prioritas program diarahkan pada penanganan bencana, penguatan sumber-sumber ekonomi, serta pembangunan kepercayaan seluruh pemangku kepentingan.
Sementara itu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Yuliot Tanjung, M.M., yang juga merupakan alumni UNAND, menegaskan pentingnya peran alumni dalam mendorong keterlibatan kampus mendukung program-program strategis pemerintah. Ia juga menyoroti potensi ketahanan energi yang dimiliki UNAND, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), untuk dikembangkan sebagai pusat studi dan pembelajaran mahasiswa.
Ia mengungkapkan bahwa informasi PLTMH UNAND telah masuk dalam anggaran Kementerian ESDM tahun ini, sehingga pemanfaatannya diharapkan dapat dioptimalkan ke depan.
Dalam sambutannya, Rektor UNAND, Efa Yonnedi, Ph.D., menegaskan bahwa alumni merupakan aset abadi dan pemangku kepentingan yang tidak tergantikan bagi perguruan tinggi. Alumni bukan hanya bagian dari sejarah kampus, tetapi juga penentu arah masa depan UNAND.
“Di tingkat global, peran alumni telah menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian akreditasi perguruan tinggi. Alumni juga berperan sebagai brand ambassador UNAND untuk menarik talenta terbaik agar bergabung dan berkembang bersama universitas,” ujarnya.(*)





No comments:
Post a Comment