Ticker

6/recent/ticker-posts

Simfoni Sunyi di Pinggang Bukit Barisan: Dua Wajah Bayang




Penulis:Obral Chaniago


Di jantung Pesisir Selatan, di pinggang kokoh Bukit Barisan yang memanjang bagai punggung naga purba, terhampar permadani hijau dua kecamatan bersaudara, yaitu Bayang dan Bayang Utara. Keduanya adalah hamparan rindu bagi mata yang penat, sebuah kanvas alam tempat waktu mengalir lebih lambat, mengikuti irama Sungai Batang Bayang yang mengalir membelah negeri. 


Bayang, Jejak Sejarah di Hamparan Sajadah Hijau


Kecamatan Bayang, sang sulung yang menyimpan memori sejarah, menyambut dengan bentangan sawah bagai sajadah raksasa. Dari Puncak Bukit Bendera, panorama ini terhampar luas, membius pandangan ke arah Samudera Hindia yang biru di kejauhan. Disini, alam pedesaan berdialog mesra dengan masa lalu, pohon-pohon rindang menjadi saksi bisu, dan aliran air dari Air Terjun Bayang Sani bertingkat tiga, yang konon dulunya tempat mandi para noni Belanda, mengisahkan legenda dalam setiap tetesanya. 


Udara di sini adalah pelukan hangat, sejuk namun sarat kehidupan. Masyarakatnya, dengan langkah tegap, mengolah lahan pertanian yang menjadi sentra produksi padi kebanggaan daerah. Jembatan akar yang unik, hasil jalinan alam dan kearifan lokal, meliuk membentangi sungai, seolah menjadi metafora dari hubungan erat antara manusia dan bumi yang mereka pijak. 


Bayang Utara, Nyanyian Sunyi di Pucuk Dingin


Bergerak ke pedalaman, menapaki jalan baru merangkak naik ke punggung bukit, sampailah di Bayang Utara.


Kecamatan yang relatif muda ini adalah singgasana bagi kabut dan kesejukan abadi.


Di sini, alam menunjukkan pesona yang lebih perawan, dengan hutan rimbun dan potensi agrowisata berbasis ketinggian yang menjanjikan.


Bayang Utara adalah negeri di atas awan, dengan iklim dingin dan curah hujan tinggi, yang menyuburkan ladang sayur mayur.

Bawang merah, kol, tomat, dan markisa tumbuh subur, menjadi denyut nadi ekonomi masyarakatnya. Lahan-lahan potensial yang luas terhampar di perbukitan, menawarkan pemandangan yang memukau sekaligus tantangan bagi para petani. 


Namun, di balik keindahan itu, terselip kisah sunyi tentang kerinduan. Budaya merantau yang mengakar membuat banyak orang tua harus rela melepas anak-anaknya mereka pergi mencari penghidupan yang lebih layak di daerah lain. Lahan-lahan diperbukitan kadang terbengkalai, menjadi lanskap melankolis yang menunggu sentuhan tangan-tangan baru.


Harmoni Dalam Kontras


Bayang dan Bayang Utara, dua entitas dengan ritme berbeda. Yang satu adalah pijakan sejarah di hamparan datar, yang lain adalah mimpi masa depan di puncak bukit.

Keduanya adalah bagian tak terpisahkan, dari lanskap Pesisir Selatan yang kaya, menawarkan surga pedesaan yang damai, tempat setiap helai daun dan aliran air, menjadi bait-bait puisi abadi tentang kehidupan, perjuangan, dan keindahan alam yang tak terhingga. Pembangunan infrastruktur dan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan kini tengah di rancang untuk menghubungkan dan menghidupkan kedua wilayah ini menjadikannya magnet baru bagi mereka yang mencari ketenangan dan kesejukan.(*).


Post a Comment

0 Comments


SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS