TEKS FOTO: Bupati Pasaman Welly Suhery didampingi Ketua Baznas Pasaman Asnil menyerahkan secara simbolis bantuan beasiswa untuk para mahasiswa Pasaman di Lubuk Sikaping, Jumat (23/1/2026).
Pasaman - Bupati Pasaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Welly Suhery ST, berharap ke depan tidak ada anak-anak Pasaman yang terpaksa putus sekolah alias drop out (DO), antara lain karena ketidakmampuan ekonomi orangtuanya.
"Kita ingin semua anak Pasaman menempuh jenjang pendidikan formal setinggi-tingginya," kata Bupati Welly saat menyerahkan bantuan beasiswa secara simbolis kepada 426 mahasiswa Pasaman.
Bantuan beasiswa itu merupakan program Pasaman Cerdas Baznas Pasaman. Ke-426 mahasiswa penerima manfaat itu berasal dari 45 perguruan tinggi, baik di dalam maupun di luar negeri.
Dalam acara di rumah dinas Bupati Balairung Pusako Anak Nagari di Lubuk Sikaping, Jumat (23/1/2026), tampak hadir Kepala Kajari Lubuk Sikaping Hendri Arifin SH MH, Sekda Pasaman Yudesri SIP MSi,dan sejumlah kepala OPD di lingkup Pemkab Pasaman.
Menurut Bupati Welly, pendidikan merupakan pondasi dasar untuk menyongsong masa depan Pasaman yang lebih baik. "Karena pendidikan dimaksudkan untuk mencetak SDM andal yang siap menghadapi tantangan zaman," katanya.
Agar anak-anak Pasaman siap menghadapi tantangan zaman, menurut Bupati, mereka harus dibekali ilmu dan keterampilan yang cukup, yang antara lain bisa ditimba melalui lembaga pendidikan formal
"Pemkab Pasaman menaruh perhatian besar terhadap kemajuan sektor pendidikan ini," tambah mantan anggota DPRD Pasaman tersebut. Tapi diakui Bupati, kemampuan Pemda sangat terbatas untuk itu.
Makanya, Bupati Welly mengatakan pihaknya memberi apresiasi terhadap Baznas Pasaman, di mana salah satu programnya, yaitu Pasaman Cerdas, dimaksudkan untuk ikut memajukan sektor pendidikan di daerah ini.
Bupati Welly berharap akan semakin banyak lembaga di daerah ini di luar Baznas yang memberi atensi khusus untuk ikut memberi kontribusi terhadap sektor pendidikan
Sebab, menurut Bupati Welly, semakin banyak lembaga yang berpartisipasi, maka semakin banyak pula anak didik dari kalangan yang kurang terbantu
"Bila demikian, kemungkinan anak-anak terpaksa putus sekolah karena ketidakmampuan ekonomi orangtuanya, bisa ditekan sedemikian rupa," harap Bupati Welly Suhery.
Khusus dalam penyerahan bantuan beasiswa Baznas kali ini, Bupati menyorot ketidakmerataan distribusi untuk semua kecamatan. Sebab, ada kecamatan jumlah penerimanya puluhan orang, tapi ada juga yang tiga orang
Dalam konteks ini, Bupati Welly meminta dilakukan pendataan yang lebih cermat lagi. "Kalau menggunakan pendataan yang dilakukan pemerintah, mungkin akan lebih tepat sasaran," sarannya.
426 Mahasiswa
Dalam laporannya, Ketua Baznas Pasaman H. Asnil M SE MM mengatakan, diambilkan dari dana program Pasaman Cerdas, jumlah mahasiswa Pasaman yang diberi bantuan beasiswa sebanyak 426 orang.
"Mereka tersebar menuntut ilmu di 45 perguruan tinggi, baik di dalam maupun di luar negeri," tambah mantan pejabat Pemkab Pasaman. "Bahkan ada yang berkuliah di Yaman," terangnya.
Dengan total beasiswa yang diserahkan sebanyak Rp418 juta, menurut Asnil, pada penerima tersebar di 12 kecamatan di daerah itu. Jumlah penerima untuk masing-masing kecamatan bervariasi.
Asnil menyebut, pihaknya sengaja menyerahkan bantuan beasiswa pada Januari ini karena merupakan saat mahasiswa membayarkan uang kuliah tunggal (UKT).
Asnil berharap Baznas Pasaman akan semakin banyak mengumpulkan zakat, infak dan sedekah (ZIS) dari masyarakat agar jangkauan program bisa terus diperluas. (spa)


























0 Comments