Nyanyian dari Negeri Seribu Pesona, Pulau Mandeh Tujuan Wisata Travelling Keluarga - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Sunday, January 25, 2026

Nyanyian dari Negeri Seribu Pesona, Pulau Mandeh Tujuan Wisata Travelling Keluarga

 


Penulis:Obral Chaniago


Pesisir Selatan membentang indah sepanjang 251 km dari perbatasan Padang hingga Lunang Silaut, merangkul Samudera Hindia dengan pesona alam yang abadi. 

Dijuluki Negeri Seribu Pesona, daerah ini merupakan perpaduan harmonis antara perbukitan hijau, pantai, dan kehidupan trandisional yang bersahaja. 


Di bibir pantai, nelayan menjaring pukat hela, sementara ternak sapi pesisir dilepasliarkan di pinggir hutan hingga senja tiba. Di Bayang, sawah menghijau menjadi tempat itik mencari makan, kontras dengan harum durian Barung Balantai yang jatuh di Koto Tarusan.


Dari sejarah Portugis di Pulau Katang-katang hingga kisah Mande Rubiah di Indraura, sejarah panjang terukir di sini. Wisata Batu Kalang dan Batu Kareta menyuguhkan keindahan memukau, sementara Puncak Langkisau menawarkan pemandangan Samudera yang menakjubkan. 


Membentang dari perbukitan Tarusan, Batang Kapeh, hingga dataran rendah Linggo Sari Baganti, daerah ini memadukan keasrian alam dengan keramahan penduduk yang santun. 


Jalan provinsi Bayang-Alahan Panjang kini membuka isolasi, menghubungkan hasil laut pesisir dengan sayur mayur dari puncak Bukit Barisan. 


Pesisir Selatan, sejatinya adalah permata alam yang menyatukan pegunungan perawan dan laut biru, menjadikannya yang pantas dijuluki seribu pesona. 


Pesisir Selatan, bentangan pesona Samudera Hindia dari Bungus hingga perbatasan Bengkulu, adalah negeri seribu pesona di bibir pantai Sumatera Barat. 

Nelayan menjaring pukat hela, sapi merumput di pinggir hutan, dan petani di Bayang bertanam padi hingga memanen durian harum di Koto Tarusan. Dari mistisnya Pulau Katang-katang, jejak emas Salido Ketek, hingga syahdunya Mandeh, tempat memadukan keindahan alam perawan dengan kehangatan penduduknya yang santun, kini terhubung erat dengan sejuknya Alahan Panjang.


Nyanyian dari Negeri Seribu Pesona


Sepanjang 251 kilometer bentangan takdir 

Dari batas Bungus hingga riuh ombak Muko-muko

Kabupaten Pesisir Selatan, sejuta pesona terukir 

Di bibir Samudera India, laut biru tak bertepi, 

hijau pegunungan yang merona. 


Pagi hari, nelayan tradisional menyapa camar

Mesin perahu berderu, tenang dalam hidup yang samar 

Ternak dilepas di pinggir hutan, kembali di sore

hari tanpa takut. 


Di Bayang, sawah menghijau menjadi tumpuan

Itik-itik berenang, bertelur di malam yang tenang

Koto Tarusan duriannya harum, memanggil kerinduan

Jatuh di musimnya, rezeki alam yang datang menjelang. 


Dari sejarah Portugis di Pulau Katang-katang

Hingga emas Salido ketek, kisah purba terpendam 

Mande Rubiah di Indrapura, legenda yang tak pernah hilang

Batang kapeh saksi dagang rempah, gambir dan pala yang meredam. 


Pesisir Selatan, dulu "Dabua Ombak Pasisie" kini memukau 

Penduduk ramah bertutur, menyapa pengunjung dunia

Mandeh yang perawan, puncak Langkisau tempat meninjau

Air terjun Bayang Sani, jembatan akar buatan alam yang mulia. 


Kini jalan meliuk, menghubungkan bukit dan pantai

Ikan segar dan sayur mayur bertukar tangan 

Isolasi sirna, akses baru membawa damai

Pesisir Selatan, seribu pesona yang takkan terlupakan.(*).

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS