Ticker

6/recent/ticker-posts

KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT AKTIVITAS TAMBANG EMAS ILEGAL

 

Oleh : Gilang Dahlan Ramdhan                NIM : 2504011004
PROGRAM STUDI S1 HUKUM
FAKULTAS HUKUM DAN EKONOMI BISNIS
UNIVERSITAS DHARMAS INDONESIA

Dosen Pengampu : Dr. Amar Salahuddin M.Pd



Tambang emas ilegal merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang masih marak terjadi di berbagai daerah di Indonesia. 

Aktivitas ini dilakukan tanpa izin resmi dari pemerintah dan sering kali mengabaikan aturan keselamatan serta kelestarian lingkungan. 

Meskipun tambang emas ilegal kerap dianggap sebagai jalan pintas untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, kenyataannya praktik ini justru menimbulkan dampak negatif yang sangat besar, terutama terhadap lingkungan hidup. 

Kerusakan lingkungan akibat tambang emas ilegal tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berdampak jangka panjang bagi kehidupan manusia dan ekosistem.

Salah satu dampak paling nyata dari tambang emas ilegal adalah pencemaran air. Dalam proses pemisahan emas, para penambang ilegal sering menggunakan bahan kimia berbahaya seperti merkuri dan sianida. Bahan-bahan ini dibuang langsung ke sungai tanpa proses pengolahan limbah yang layak. 

Akibatnya, kualitas air menurun drastis dan tidak lagi layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, maupun sebagai sumber air minum. Pencemaran air ini juga mengancam kehidupan organisme air, seperti ikan dan biota sungai lainnya, yang pada akhirnya merusak rantai makanan dan keseimbangan ekosistem perairan.

Selain mencemari air, tambang emas ilegal juga menyebabkan kerusakan tanah. Aktivitas penggalian yang dilakukan secara sembarangan mengakibatkan tanah menjadi tidak stabil dan kehilangan kesuburannya.

 Lapisan tanah atas yang seharusnya menyimpan unsur hara justru rusak atau hilang, sehingga lahan bekas tambang sulit untuk dimanfaatkan kembali, baik untuk pertanian maupun keperluan lainnya. 

Dalam banyak kasus, lubang-lubang bekas galian dibiarkan terbuka tanpa reklamasi, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan serta menjadi sumber genangan air yang dapat memicu penyakit.

Kerusakan hutan juga menjadi dampak serius dari tambang emas ilegal. Banyak aktivitas tambang dilakukan di kawasan hutan, termasuk hutan lindung dan daerah aliran sungai. 

Penebangan pohon secara liar dilakukan untuk membuka lahan tambang atau sebagai bahan penunjang aktivitas penambangan. Akibatnya, fungsi hutan sebagai penyangga ekosistem terganggu. 

Hilangnya vegetasi menyebabkan berkurangnya kemampuan tanah dalam menyerap air, sehingga meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor, terutama pada musim hujan.

Dampak lingkungan dari tambang emas ilegal tidak dapat dipisahkan dari dampak terhadap kehidupan manusia. 

Masyarakat sekitar tambang sering menjadi pihak yang paling dirugikan. Pencemaran air dan tanah berdampak langsung pada kesehatan warga, seperti gangguan kulit, masalah pencernaan, hingga risiko penyakit jangka panjang akibat paparan bahan kimia berbahaya. 

Selain itu, kerusakan lingkungan juga mengancam mata pencaharian masyarakat, khususnya petani dan nelayan yang sangat bergantung pada kondisi alam yang sehat.

Dalam jangka panjang, kerusakan lingkungan akibat tambang emas ilegal dapat menghambat pembangunan berkelanjutan. 

Lingkungan yang rusak memerlukan biaya besar untuk pemulihan, sementara hasil ekonomi dari tambang ilegal hanya dinikmati oleh segelintir pihak dan bersifat sementara. 

Negara juga dirugikan karena tidak memperoleh pemasukan dari pajak atau retribusi, serta harus menanggung biaya penanganan kerusakan lingkungan dan konflik sosial yang muncul akibat aktivitas tambang ilegal.

Upaya penanggulangan tambang emas ilegal perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Penegakan hukum harus diperkuat agar memberikan efek jera bagi para pelaku. Selain itu, pemerintah perlu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak negatif tambang ilegal terhadap lingkungan dan kesehatan. 

Alternatif mata pencaharian yang ramah lingkungan juga harus disediakan agar masyarakat tidak bergantung pada aktivitas tambang ilegal sebagai sumber penghasilan utama.

Kesimpulannya, aktivitas tambang emas ilegal membawa dampak kerusakan lingkungan yang sangat serius, mulai dari pencemaran air, kerusakan tanah, hingga kerusakan hutan. 

Dampak tersebut tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran bersama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait untuk menghentikan praktik tambang emas ilegal demi menjaga kelestarian lingkungan dan masa depan generasi mendatang.


Post a Comment

0 Comments


SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS