Pendidikan Digital di Indonesia: Antara Peluang Besar dan Tantangan Nyata - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Saturday, January 3, 2026

Pendidikan Digital di Indonesia: Antara Peluang Besar dan Tantangan Nyata

Oleh ; RICHA ANGGITA SARI.               PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATANFAKULTAS ILMU KESEHATANUNIVERSITAS DHARMAS INDONESIA


Perkembangan teknologi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk di bidang pendidikan. 

Di Indonesia, pendidikan digital semakin sering dibicarakan sejak pandemi COVID-19 memaksa sekolah dan perguruan tinggi melaksanakan pembelajaran jarak jauh. 

Hingga kini, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan terus berkembang dan dianggap sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

 Namun, di balik peluang besar tersebut, pendidikan digital juga menghadapi berbagai tantangan yang tidak bisa diabaikan. 

Oleh karena itu, pendidikan digital di Indonesia perlu dikaji secara seimbang antara harapan dan realitas yang ada.

Secara fakta, Indonesia mengalami pertumbuhan pengguna internet yang sangat pesat.

 Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa mayoritas penduduk Indonesia kini telah terhubung dengan internet, terutama generasi muda. 

Kondisi ini menjadi modal penting bagi penerapan pendidikan digital. 

Dengan akses internet, siswa dapat memperoleh sumber belajar yang lebih luas, mulai dari video pembelajaran, jurnal ilmiah, hingga platform belajar daring. 

Hal ini jelas membuka peluang besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara merata.

Dari sudut pandang opini, pendidikan digital seharusnya mampu mengurangi kesenjangan pendidikan antar wilayah. 

Sekolah-sekolah di daerah terpencil dapat mengakses materi yang sama dengan sekolah di kota besar, selama tersedia jaringan internet yang memadai. 

Guru pun dapat meningkatkan kompetensinya melalui pelatihan daring tanpa harus meninggalkan tempat tugas. 

Dengan demikian, pendidikan digital berpotensi menjadi alat pemerataan pendidikan di Indonesia.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa akses internet di Indonesia masih belum merata. Banyak daerah, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), masih mengalami keterbatasan jaringan. 

Tidak sedikit siswa yang harus mencari sinyal ke tempat tertentu hanya untuk mengikuti kelas daring. 

Kondisi ini membuktikan bahwa pendidikan digital belum sepenuhnya inklusif dan masih menyisakan ketimpangan akses.

Selain masalah infrastruktur, tantangan lain adalah kesiapan sumber daya manusia. 

Fakta menunjukkan bahwa tidak semua guru memiliki kemampuan literasi digital yang memadai. Sebagian guru masih kesulitan mengoperasikan platform pembelajaran daring atau memanfaatkan teknologi secara optimal. 

Akibatnya, pembelajaran digital sering kali hanya menjadi pemindahan metode ceramah ke layar gawai, tanpa inovasi yang berarti.

Menurut opini penulis, pendidikan digital seharusnya tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi, tetapi juga pada perubahan metode pembelajaran. Teknologi seharusnya digunakan untuk mendorong pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan berpusat pada siswa. Jika guru hanya memberikan tugas tanpa pendampingan yang baik, maka tujuan pendidikan digital justru tidak tercapai. 

Oleh karena itu, pelatihan guru menjadi kunci utama keberhasilan transformasi pendidikan digital.

Fakta lainnya adalah tidak semua siswa memiliki perangkat yang memadai. 

Masih banyak keluarga yang kesulitan menyediakan gawai atau laptop untuk anak-anak mereka. Dalam satu keluarga, satu perangkat sering digunakan secara bergantian oleh beberapa anak. 

Kondisi ini tentu memengaruhi efektivitas pembelajaran digital. Meskipun pemerintah telah memberikan bantuan kuota internet dan perangkat di beberapa daerah, upaya tersebut belum sepenuhnya menjangkau semua yang membutuhkan.

Dari sisi positif, pendidikan digital juga mendorong kemandirian belajar siswa. 

Banyak siswa menjadi lebih terbiasa mencari informasi secara mandiri dan mengatur waktu belajar mereka sendiri. Ini merupakan fakta yang patut diapresiasi karena kemandirian belajar merupakan keterampilan penting di abad ke-21. Pendidikan digital juga membuka peluang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan teknologi yang akan sangat dibutuhkan di dunia kerja masa depan.

Namun demikian, menurut opini penulis, penggunaan teknologi secara berlebihan tanpa pengawasan juga membawa dampak negatif. 

Siswa dapat mengalami kelelahan mental akibat terlalu lama menatap layar, serta berpotensi terdistraksi oleh konten hiburan yang tidak relevan dengan pembelajaran. 

Oleh karena itu, pendidikan digital perlu diimbangi dengan penguatan pendidikan karakter dan pengawasan yang bijak dari guru maupun orang tua.

Pemerintah Indonesia sebenarnya telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mendukung pendidikan digital, seperti pengembangan platform pembelajaran nasional dan kurikulum yang lebih adaptif terhadap teknologi. 

Fakta ini menunjukkan adanya komitmen untuk memajukan pendidikan. 

Namun, implementasi di lapangan masih memerlukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan agar kebijakan yang dibuat benar-benar berdampak positif.

Kesimpulannya, pendidikan digital di Indonesia merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari. 

Fakta menunjukkan bahwa teknologi telah membuka banyak peluang untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan. 

Namun, tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, kesiapan guru, dan kesenjangan akses masih menjadi pekerjaan rumah yang besar. 

Menurut opini penulis, keberhasilan pendidikan digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan manusia yang menggunakannya. 

Dengan kerja sama antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat, pendidikan digital dapat menjadi solusi nyata bagi masa depan pendidikan Indonesia.

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS