Warga Padang dan Wilayah Sumbar Diterjang Bandang dan Longsor Ulah Fenomena Alam - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Saturday, December 13, 2025

Warga Padang dan Wilayah Sumbar Diterjang Bandang dan Longsor Ulah Fenomena Alam

 



Sumatera Barat (Sumbar) dilanda bencana alam banjir dan longsor, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni berkunjung ke Sumatera Barat menelisik sebab dan akibat terjadinya bencana.


Benarkah, Banjir Bandang dan Longsor Menerjang Warga Padang serta Wilayah Sumbar Ulah Fenomena Alam ?


Yuk, Ikuti Wawancara Khusus, Obral Chaniago Bersama Kepala Dinas Kehutanan Sumbar. 


Awak media ini mengkonfirmasikan pada Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Dr. Ferdinal Asmin, S. TP MP pada Jumat sore 12 Desember, atas kunjungan Menhut baru-baru ini. 


Berikut penjelasan Ferdinal Asmi tentang penyebab banjir bandang dan longsor yang mengakibatkan banyak wilayah terdampak parah.


Ini Kata Ferdinal Asmin!


"Setelah dilakukan kroscek dilapangan, banjir dan longsor di picu oleh daerah hulu. Bisa diperhatikan oleh masyarakat seperti Daerah Aliran Sungai (DAS) Kuranji di daerah Kota Padang, dan DAS Lareh Si Aie di daerah Agam", katanya memulai perbincangan. 


Ungkap Ferdinal, "tebing-tebing sungai dari hulu DAS tergerus oleh luncuran air bah anak sungai pada hulu perbukitan yang menyebabkan terbawanya material pasir, batu, kerikil (Sirtukil), dan material kayu yang tercerabut. Rata-rata lahan yang longsor itu masih tutupan lahan hutan primer", jelasnya.


Namun, kata Ferdinal, setelah kami perhatikan aktivitas pembukaan lahan tidak nampak. Artinya, masih hutan alam atau hutan primer. Dan, kami juga telah melakukan pengkajiannya dengan peta citra satelit. 


Kenapa Terjadi Longsor ?


Ferdinal menyebut terjadinya longsor, pertama, curah hujan deras sangat ekstrim, dan kelerengan bukit sangat curam. Inilah yang menyebabkan air bah meluncur tajam ke bawah menerjang tebing anak sungai di hulu perbukitan dengan membawa material (Sirtukil) dan pohon dari terjangan banjir bandang dihulu ke hilir.


Mengapa Ada Kayu Bekas Gergajian Terdampar di Pantai ?


Menurut Ferdinal, setelah kami cek langsung ke pantai bersama Menhut ke tempat kayu-kayu terdampar, ternyata kayu tersebut terdapat banyak panel-panelnya (akar urat-urat) pohon. Bisa disaksikan saja ke tempat lokasi kayu itu terdampar. 


"Dan, akar-akar pohon tercerabut itulah yang membuktikan bahwa kayu-kayu tersebut terbawa oleh longsoran di hulu, dan hilir, hingga sampai ke muara, serta sebagiannya ada yang terdampar di pantai", imbuhnya. 


"Telah saya sampaikan diberbagai keterangan, bahwa memang ada akfivitas perladangan masyarakat, tapi bukan di hulu, seperti di Kota Padang ini ya, orang kan selalu menyebutnya, di hulu, hulu-hulu. Bahwa kayu yang terdampar itu juga sebagai bukti sebagaiannya adalah sisa kayu dari perladangan masyarakat", sambung Ferdinal menyebutkan kronologi kayu yang terdampar diberbagai tempat. 


"Jadi, asal-usul kayu yang terdampar itu berasal dari bagian tengah, dan hilir dari DAS itu sendiri", ujarnya merincikan kronologi kayuan yang sampai kemana-mana. 


"Ya, silahkan saja dilihat-lihat dengan berbagai peralatan audiovisual, akan semakin jelas nantinya, bahwa kayu tersebut berasal dari bagian tengah, dan hilir tapi bukan dari hulu", ulas Ferdinal.


Dikatakan, "misalnya, DAS Kuranji dengan jarak longsoran itu sejauh 11 kilometer dari perkampungan penduduk. Sementara ketinggian perkampungan penduduk sekira 157 mdpl dari permukaan laut, sedangkan ketinggian puncak hulu yang berada diperbukitan sekira 1.300 mdpl dari atas permukaan laut, dan itulah yang menghantam perkampungan dan rumah penduduk", sebut Ferdinal menyatakan kronologi longsoran material Sirtukil dan kayuan. 


"Kemaren itu juga yang telah disampaikan ke publik oleh Menteri Lingkungan Hidup Dr. Hanif Faisol Nurafiq, saat berkunjung, bahwa tekanan debit air dari hulu itu sangat luar biasa, sehingga banjir dan material longsor menerjang dan memporakporandakan apa saja yang ada di hiliran DAS tersebut", ungkapnya Ferdinal menyebutkan pendapat Menteri Lingkungan Hidup. 


"Kekuatan air bah itu menghantam bukan dari tengah, pasti kombinasi dari hulu, dan hilir dengan perbandingan ketinggian puncak hulu perbukitan sekira 1.300 mdpl" makanya kekuatan air banjir sangat luar biasa disaat hujan deras yang ekstrim dengan intensitas curah hujan yang sangat tinggi", paparannya.


Terkait ini pula, kata Ferdinal Asmin, "pihak kami juga telah menjelaskan secara rinci disaat kunjungan tim Satgas PKH, dan Polri. Sehingga kami tidak mau mendahului hasil dari investigasi tim tersebut", pungkasnya.(Obral Chaniago).

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS