Ticker

6/recent/ticker-posts

Pencemaran Meningkat, Ikan Rinuak Menjadi Langka

 


Oleh : Fadhila Nur Islami, Mahasiswi Biologi, Universitas Andalas

Ikan rinuak yang hanya terdapat di danau Maninjau Sumatra Barat kian makin menurun populaisnya. Salah satu penyebabnya yaitu pencemaran yang semakin meningkat di kawasan danau tersebut. Akankah penurunan populasinya menjadi ancaman punahnya ikan rinuak ini?

Berbicara tentang ikan rinuak tentu tidak lepas dengan danau Maninjau. Di danau Maninjau habitat dari ikan rinuak tersebut dan tidak terdapat di perairan danau yang lain atau disebut juga sebagai spesies endemik. Danau maninjau terletak di kecamatan Tanjung Raya, kabupaten Agam, Sumatra Barat. Danau ini memiliki luas 99,5 km2 dan kedalaman sekitar 495 m dengan bentuk danau yang memanjang dari utara ke selatan.

Ikan rinuak memiliki banyak manfaat untuk manusia sebagai sumber protein dan juga bernilai ekonomis tinggi. Secara morfologi, ikan ini memiliki ukuran tubuh yang kecil dengan panjang tubuh 2-3 cm untuk yang sudah dewasa. Berwarna pucat kekuning-kuningan dan relatif transparan. Ikan rinuak (Psilopsis sp.) juga memiliki kadar protein yang tinggi. Berdasarkan para penelitiam jumlah protein tubuhnya yaitu sekitar 19% dari berat daging dan 45% protein tubuhnya yaitu dari otot.

Setiap tahun populasi ikan ini terus menurun dilihat dari hasil penangkapan para nelayan di sana. Hal ini disebabkan oleh pencemaran air yang semakin parah dari tahun ke tahun. Salah satu penyebab air danau yang tercemar yaitu dari sisa pakan keramba jaring apung. Budidaya ikan dengan cara keramba jaring apung ini merupakan salah satu pemnfaatan danau untuk perekonomian masyarakat setempat namun, disisi lain dampak dari kegiatan keramba jaring apung akan menghasilkan limbah organik yang sangat banyak dan air danau menjadi tercemar. Air danau yang tercemar ini menjadi ancaman bagi ikan endemik yang ada di danau Maninjau dan bisa terancam punah.

Dampak dari kegiatan keramba jaring apung sangat banyak baik bagi lingkungan dan masyarakat. Pertama, peningkatan nutrien. Peningkatan nutrien pada air danau disebabkan oleh sisa pakan ikan yang berlebih dan menjadi limbah organik didalam air. Kadar nutrien yang tinggi seperti terdapatnya nitrogen dan fosfor akan menyebabkan pertumbuhan alga yang meningkat. Kedua, penurunan kadar oksigen didalam danau Maninjau. Limbah organik yang berlimpah dibawah air akan memicu terjadinya dekomposisi bakteri. Sehingga, kadar oksigen akan menurun. Penurunan kadar oksigen pada air danau akan berdampak pada makhluk hidup yang hidup disana salah satunya berpengaruh pada spesies endemik. Terakhir, saluran air danau yang tidak lancar. Limbah organik yang menumpuk akan menyebabkan tersumbatnya saluran air danau.

Dari beberapa dampak tadi maka harus dilakukan penanganan untuk keramba jaring apung ini beberapa diantaranya dilakukan pembatasan jumlah keramba jaring apung agar tidak terjadi kepadatan keramba yang melimpah. Pemantauan kualitas air danau secara berkala juga diperlukan agar dapat mendeteksi pencemaran air yang semakin meningkat atau sudah menurun. Kemudian edukasi dan kesadaran masyarakat dalam mengelola keramba jaring apung ini dan juga memberikan edukasi mengenai dampak keramba jaring apung yang terlalu berlebihan ini. Agar semuanya dapat diterapkan maka diperlukan pengawasan dari pihak pemerintah dan juga berkerjasama dengan lembaga lingkungan.

Dengan dilakukannya penanganan tersebut bisa menjadi salah satu cara agar ikan rinuak di danau Maninjau tidak menjadi langka lagi. Cara lain yang harus dilakukan untuk melindungi spesies endemik yang sudah langka dan terancam punah ini yaitu pertama dengan menetapkan kawasan lindung atau konservasi supaya dikawasan tersebut tidak boleh dilakukan penangkapan ikan. Kedua, dilakukan pemantauan dan penelitian secara studi mengenai populasi ikan rinuak di danau Maninjau dan bagaimana kondisi ekosistem disana sehingga dengan hasil penelitian terbaru tersebut diharapkan dapat memberikan masukan mengenai strategi konservasi ikan rinuak yang lebih efektif lagi. Ketiga, pengelolaan air dan kualitas air yang bersih tujuannya agar ikan rinuak dapar hidup dan berkembangbiak dengan baik. Keempat, edukasi masyarakat mengenai penyuluhan ikan rinuak dan pelestarian ekosistem danau Maninjau. Kelima, peran pemerintah dalam membuat kebijakan terhadap konservasi ikan rinuak yang semakin menurun dengan cara membuat undang-undang untuk konservasi dan harus diawasi atau dilakukan pemantaau dengan ketat.

Jadi, untuk melindungi ikan rinuak yang sudah menjadi langka di danau Maninjau ini, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah ataupun ahli lingkungan saja tetapi harus melibatkan semua partisipasi dari masyarakat. Mulai dari pengelolaan air, edukasi masyarakat dan kebijakan secara ketat oleh pemerintah bisa menjadi langkah awal untuk menghasilkan ikan rinuak yang berkembangbiak dengan baik dan menjaga konservasinya. Satu langkah kecil dari masyarakat itu akan memberikan dampak yang besar jika dilakukan secara berkala. Harapannya ikan rinuak akan tetap lestari hingga ke generasi selanjutnya. Tidak hanya untuk Indonesia tapi ke seluruh mancanegara.


Post a Comment

0 Comments


SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS