Ticker

6/recent/ticker-posts

SILEK DI MINANGKABAU



Ditulis oleh : Laviola Salsabilla

Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau

Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas


Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Sumatera barat terkenal dengan sejarah dan budaya nya yang unik. Salah satu budaya yang dilakukan oleh masyarakat Sumatera Barat dahulunya adalah budaya meranta


u. Merantau dikhususkan kepada para kaum laki-laki di minang. Hal ini dikarenakan bujang Minang yang berdiam diri di kampung halaman tanpa adanya pekerjaan maka akan dikucilkan oleh masyarakat sekitar. 


Wilayah minangkabau terletak di bagian tengah Sumatera sehingga wilayah ini juga merupakan kawasan daerah yang subur akan rempah-rempah sejak abad pertama Masehi. Oleh karena itu terdapat banyak ancaman yang bisa saja datang dari pihak manapun untuk menguasai wilayah Sumatera Barat. Untuk itu masyarakat Minangkabau mempelajari bela diri yang dinamakan Silek.


Silek adalah ilmu yang mempelajari/ mengenal diri secara lahiriah. Silek Minangkabau bukan seni atau permainan tetapi juga suatu pengetahuan dan keterampilan yang menjadi kekayaan lahir dan batin dalam berinteraksi dengan Tuhan, dengan sesama manusia dan dengan alam lingkungan. Oleh sebab itu, kata silek pada Bahasa Minangkabau berbeda padanan dengan kata “silat” ataupun “pancake silat”.  


Silek meliputi silik dan suluk. Silik  adalah Ilmu mempelajari/mengenal diri secara batiniah, dan suluk adalah Ilmu mempelajari/mengenal diri lahir batin.  Orang Minang menganut falsafah Alam takambang jadi guru. Falsafah itu merupakan konsep universal dari budaya alam Minangkabau. Kata "alam", berasal dari bahasa Sanskerta artinya sama dengan lingkungan kehidupan atau daerah. 


Silek di Minangkabau merupakan salah satu permainan anak nagari yang sangat populer hingga saat ini. Selain sebagai permainan, silek berfungsi untuk pembelaan diri dari serangan musuh (panjago diri) dan sistem pertahanan negeri (parik paga dalam nagari). Dahulunya sistem pertahanan yang dimiliki masyarakat Minangkabau untuk mempertahankan diri dan negerinya cukup baik. Hal ini dikarenakan  masyarakan Minangkabau rata-rata telah mempelajari Silek. 


Kata “pencak silat” di dalam pengertian tuo silek adalah mancak dan silek. Perbedaan dari kata ini adalah kata “manvak” atau dikatakan juga sebagai bungo silek (bunga silat) adalah gerakan-gerakan tarian silat yang dipamerkan dalam acara-acara adat atau seremoni lainnya. Gerakan mancak diperuntukan untuk sebuah pertunjukan. Sementara “silek” yang dahulunya sebagai dasar dari gerakan berbagai tarian dan randai, selain sebagai dasar silek merupakan seni pertempuran yang dipergunakan untuk mempertahankan diri dari serangan musuh sehingga gerakan-gerakan diupayakan sesedikit mungkin, cepat, tepat, dan melumpuhkan lawan.


Pada dasarnya silek terbagi menjadi 2 bagian yakni silek tradisi dan silek modern atau yang disebut dengan pencak silat.  Kebanyakan perguruan silat kini jarang memainkan silat tradisi. Hal ini dikarenakan sedikitnya pertandingan yang melibatkan tradisi. Pertandingan silek bayak menggunakan silek modern sebagai silek untuk bertanding.


Ada tiga bentuk kelompok silat tanding yaitu, seni TGR (Tunggal, Ganda dan Regu). Jurus atau gerakan pada masing-masing kelompok berbeda, pada kelompok tunggal dan regu mengikuti standar nasional. Sementara ganda menggunakan rangkaian sesuai dengan perguruan temopat atlet tersebut. 


Silat tradisi bisa ditandingkan jika sesama perguruan mengadakan suatu pertandingan. Silat tradisi disebut dengan silat kampong atau silat tuo. Silat ini juga menggunakan suatu rangkaian gerakan yang bernilai seri, penggunaan senjata juga diprhatikan didalamnya. Misalnya seperti penggunaan senjata golok dan toya (tongkat).

Post a Comment

0 Comments


SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS