M. Kamil kapala bidang kesehatan hewan mewakili Dinas Peternakan dan
Kesehatan Hewan Sumatera Barat (Sumbar) memperkirakan kebutuhan hewan kurban
untuk Idul Adha tahun ini mencapai 43.500 ekor, yang
terdiri dari sapi 39.500 ekor, kambing 3.800 ekor dan kerbau 200 ekor, angka
ini naik dari tahun lalu sebanyak 40.000
ekor sapi, 500 ekor kerbau, dan 6.000 ekor kambing.
"dilihat dari angka
tersebut naik,’ ujar M. Kamil kapala bidang
kesehatan hewan , Senin (29/7).Padang
Menurutnya
terdapat sekitar 15 persen kebutuhan hewan kurban di Sumbar
yang didatangkan dari provinsi lain seperti Palembang (Sumatera Selatan),
Lampung, dan Jambi. Pasokan hewan dari luar terutama untuk ternak sapi.
"Sisanya akan dipasok dari
Pesisir Selatan, Dharmasraya dan Solok Selatan serta beberapa daerah lain di
Sumbar. Akan tetapi tetap harus mendatangkan sapi dari luar Sumbar,"
katanya.
M. Kamil mengatakan untuk pemeriksaan kesehatan hewan
kurban sebagian sudah mulai dilakukan. Namun secara organisasi yang
pemeriksaannya dilakukan oleh UPTD Kesehatan Hewan akan dilakukan
menyusul.
"Ada 70 UPTD Kesehatan
Hewan di Sumbar, ini yang akan kita gerakkan turun ke pasar ternak untuk
pemeriksaan kesehatan. Kami juga himbau panitia kurban untuk membeli dan
memilih hewan kurban yang sudah diperiksa kesehatannya," ucapnya lagi.
Dengan menurunkan
tenaga 190 orang, 110 orang diantaranya tenaga medis hewan dari 19 kabupaten/ kota
turun ke pasar ternak dan tempat penampungan qurban yang tersebar di sumbar.
M. Kamil menghimbau untuk tidak
memotong sapi betina agar tidak menutup mata rantai pembiakan sapi kedepan.
Akan tetapi masih ada di Payakumbuh
dan 50 kota, masyarakat memotong sapi betina.
#RED





No comments:
Post a Comment