Seorang tokoh Pasaman Barat DR. Fadlan Maalip, SKM Tuanku Bosa XIV Pucuak Adat Salingka Nagari Talu menyampaikan rasa syukur atas keluarnya kabupaten Pasaman barat dari daerah Tertinggal, melalui SK menteri KDPDTT No 79/2019 yang ditetapkan pada 31 Juli 2019. Hal ini disampaikannya pada wartawan pekan silam
Atas nama pribadi dan atas nama Badan Koordinasi Kerapatan Adat Nagari (BAKOR- PASBAR) menyampaikan : "ucapan Selamat dan terima kasih kepada bapak bupati dan wakil bupati bersama jajaran pemerintah daerah."katanya.
Dengan prestasi ini, semoga dapat mengobati kerja keras kepala daerah selama ini bersama masyarakat Pasbar baik di rantau dan yang tinggal di kampung halaman.
Prestasi pembangunan Pasbar selama 14 tahun yang dinanti nanti sudah mampu mengangkat wilayah utara dari pusat prov.Sumbar.menjadi wilayah yang sejajar dengan kabupaten kota lainnya di Sumatera Barat.
Prestasi sebagai Kabupaten Pasaman Barat telah keluar dari status daerah tertinggal. ditetapkan berdasarkan keputusan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KDPDTT) Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2019 yang ditetapkan pada tanggal 31 Juli 2019 di Jakarta.
Pada keputusan tersebut tertuang bahwa sebanyak 62 kabupaten tertinggal telah terentaskan pada tahun 2015-2019 diantaranya adalah Pasaman Barat, Solok Selatan, Aceh Singkil, Musi Rawas dan Lampung Barat dari pulau sumatera dan berbagai kabupaten lainnya yang berasal dari pulau Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Sulawesi dan Papua.
Menanggapi keputusan tersebut, Bupati Pasbar, H. Syahiran melalui Wakil Bupati Pasbar, H. Yulianto menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Pasbar sangat bersyukur atas keputusan KDPDTT yang telah menetapkan Kabupaten Pasbar terentaskan dari daerah tertinggal.
Menurut Yulianto, Pasbar sangat pantas keluar dari kategori tertinggal mengingat Pasbar dalam jangka waktu 2 tahun terakhir sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat melalui pembangunan fisik dan non fisik yang menjadi prioritas seperti pembangunan akses jalan dan jembatan menuju jorong terisolir, pembangunan akses jaringan internet dan listrik di jorong terisolir, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan derajat kesehatan, dan pengentasan kemiskinan melalui program sosial seperti rehab rumah tidak layak huni, Bantuan Pangan non Tunai dan lain-lain.
"Saya rasa Pasbar memang layak lepas dari ketertinggalan mengingat beberapa indikator yang telah dicapai. Hal ini menjadi semangat dan motivasi bagi kita semua untuk terus maju membangun kabupaten yang kita cintai ini," ungkap Yulianto.
Yulianto juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada dinas terkait yang telah bekerja dengan baik dalam membangun Pasbar dari berbagai aspek sehingga bisa terlepas dari kategori daerah tertinggal.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat Pasbar yang telah bahu-membahu dengan Pemda Pasbar sehingga pembangunan yang dicita-citakan dapat terwujud dengan baik.
"Terima kasih kepada dinas terkait yang telah bekerja dengan baik dan ucapan terima kasih yang tidak terhingga juga atas dukungan para tokoh pemekaran Pasaman Barat, unsur ninik mamak serta pemuda dan seluruh lapisan masyarakat Pasbar. Ini prestasi dan kebanggaan kita bersama. Semoga Pasbar dapat menjadi daerah yang lebih maju kedepannya," harap Yulianto.
Saat jurnalis Sumbar menemui Sekretaris Daerah Pasaman Barat Yudesri, SIP. M.Si menuturkan berterimakasih masyarakat di ranah maupun dirantau diluar Pasaman Barat dan Muspida OPD tekhnis sudah berupaya melaksanakan tugas di Pasbar sudah lepas dari daerah tertingagal.
Tantangan kedepan pembangunan di semua lini terus di tingkatkan. Berusaha mencari peluang menu pembangunan lain nya di luar sektor daerah tertinggal. Mari selalu Koordinir melanjuttkan giat program visi misi Pasaman Barat Lebih Maju dan mengait peluang pembangunan lanjutan. Tutur Yudesri Alumni IPDN Tahun 1993 ini.
Tantangan kedepan pembangunan di semua lini terus di tingkatkan. Berusaha mencari peluang menu pembangunan lain nya di luar sektor daerah tertinggal. Mari selalu Koordinir melanjuttkan giat program visi misi Pasaman Barat Lebih Maju dan mengait peluang pembangunan lanjutan. Tutur Yudesri Alumni IPDN Tahun 1993 ini.
(Dodi Ifanda)





No comments:
Post a Comment