1November 2026 adalah momen penting dalam membangun organisasi. Musyawarah Daerah SatuPena Sumbar. Tugasnya memilih ketua, mempertanggungjawabkan amanah, dan menyusun program ke depan.
Jika boleh flashback, dari awal saya sudah mengatakan: saya akan menjadi Ketua SatuPena Sumbar hanya satu tahun, meski periodenya lima tahun.
Pertimbangannya sederhana, saya sudah sepuh. Usia saya hampir 70 tahun. Saya katakan itu bukan untuk dikasihani, tapi untuk menyadarkan diri sendiri.
Saat itu kami sepakat, para Wakil Ketua akan menjalankan organisasi bergiliran, masing-masing satu tahun. Saya di tahun pertama sebagai penggerak awal, kemudian yang muda-muda melanjutkan. Saya tetap mendampingi sesuai masa jabatan.
Ternyata dalam perjalanan, para Wakil Ketua meninggalkan saya dengan alasan masing-masing. Tinggallah saya bersama Yurnaldi Paduka Raja. Berdua saja. He he... Tetapi kemudian Yurnaldi Paduka Raja mengusulkan nama Bagindo Armaidi sebagai sekretaris pengganti. Alhamdulillah saya bersyukur dengan mendapatkan sekretaris yang mumpuni, taat beribadah dan sangat disiplin. Dan yang paling penting pak sek, demikian saya memanggilnya sangat memahami karakter saya yang keras bahkan marah. Padahal ilmunya jauh lebih tinggi dari saya. Alhamdulillah.
Akhirnya, saya tetap memegang amanah 5 tahun dengan segudang program literasi terutama sastra, bahasa dan budaya. Kepercayaan yang diberikan Denny JA lewat Anwar Putra Bayu harus saya jaga.
Ketua DPD SatuPena Sumbar, Sastri Bakry, di Sekretariat SatuPena Sumbar Jalan Cindua Mato No. 13 Padang, Rabu (28/10), menyampaikan rasa syukur dan gembiranya atas banyaknya nominasi yang muncul.
“Saya sempat cemas jika tidak ada pengganti, karena saya sangat menginginkan adanya regenerasi di SatuPena Sumbar,” ujar Sastri yang kini terpilih sebagai Koordinator SatuPena se-Sumatera.
“Kesembilan nama ini adalah penulis dan tokoh literasi yang kuat di bidangnya masing-masing,” kata Sastri.
Berdasarkan urutan abjad, sembilan nama yang diusulkan tersebut adalah Armaidi Tanjung, Dilla, Hasanuddin, Leni Marlina, Pinto Janir, Ranti Arastri, Rita Novita, Yozarwadi Usama Putra, dan Yurnaldi.
Sastri menjelaskan, penjaringan nama dilakukan melalui WhatsApp Group (WAG) dan Google Form anggota. Dari hasil rekapitulasi, terjaring 10 nama termasuk dirinya. Namun setelah musyawarah, ditetapkan sembilan nama di luar dirinya.
Selanjutnya, anggota SatuPena Sumbar diberikan kesempatan untuk memilih tiga nama yang akan menjadi Tim Formatur. Nantinya, empat nama dengan perolehan suara tertinggi akan menjadi Tim Formatur bersama Ketua DPD demisioner untuk memilih Ketua DPD SatuPena Sumbar dan menyusun kepengurusan lima tahun ke depan.
“Proses ini sudah berjalan sejak sebulan lalu. Kami menggabungkan sistem digital dan musyawarah langsung di Musda, sehingga anggota yang tidak berkesempatan hadir tetap diberi ruang untuk mengusulkan nama calon ketua,” tutur Sastri yang didampingi Armaidi Tanjung, Sekretaris SatuPena Sumbar
Musda SatuPena Sumbar merupakan forum tertinggi organisasi untuk menentukan kepemimpinan baru, laporan pertanggungjawaban Ketua periode sebelumnya sekaligus membahas arah dan program kerja organisasi periode 2026–2031.
Melalui Musda ini, diharapkan terpilih ketua yang dapat melanjutkan pengembangan organisasi, memperkuat jejaring penulis, serta mendorong pertumbuhan ekosistem literasi dan kepenulisan di Sumatera Barat maupun nasional dan internasional.


"
/>



No comments:
Post a Comment