H. Yopi Krislopa, SH, MM: Disdikbud Padang Perkuat Pencegahan Perundungan, Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman bagi Siswa - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Thursday, November 5, 2026

H. Yopi Krislopa, SH, MM: Disdikbud Padang Perkuat Pencegahan Perundungan, Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman bagi Siswa

 


PADANG,-Jurnalistik Sumbar

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang kembali mengambil langkah strategis guna memastikan seluruh institusi pendidikan di bawah naungannya menjadi tempat yang benar-benar steril dari segala bentuk ancaman sosial. Komitmen ini difokuskan penuh untuk menghadirkan lingkungan belajar yang tidak hanya mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga aman, nyaman, inklusif, dan ramah bagi setiap anak didik.


Wabup Ahmad Fadly Tinjau Lokasi Banjir Bandang Pandai Sikek dan Kuatkan Semangat PengungsiRantau dan Ranah Bersinergi: Pelantikan PCMM Indonesia Kokohkan Jaringan Diaspora Minang InternasionalMAIGUS NASIR DAMPINGI ZULKIFLI HASAN SALURKAN BANTUAN PANGAN, 74.716 WARGA PADANG JADI SASARAN

Langkah nyata tersebut direalisasikan melalui program intensif berupa kegiatan pendampingan pencegahan perundungan, kekerasan, dan intoleransi di lingkungan sekolah. Program komprehensif ini digagas langsung oleh Disdikbud Kota Padang dengan menggandeng berbagai unsur penting, mulai dari tenaga pendidik hingga tenaga kependidikan di tingkat satuan pendidikan.


Peristiwa penting ini dipusatkan di Kota Padang, Sumatera Barat, yang mencakup seluruh wilayah kerja satuan pendidikan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pemilihan lokasi ini dinilai sangat tepat mengingat fase remaja awal merupakan masa transisi krusial dalam pembentukan mental dan sosial anak yang membutuhkan pengawasan serta bimbingan yang tepat.


Kegiatan penguatan dan pendampingan ini secara resmi dilangsungkan pada hari Rabu, 4 November 2026, bertempat di aula utama pertemuan yang dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai sekolah. Acara yang dimulai sejak pagi hingga siang hari tersebut berlangsung dengan khidmat, interaktif, dan penuh antusiasme dari para peserta yang hadir.


Latar belakang di balik masifnya pelaksanaan program ini didasari oleh meningkatnya kesadaran akan urgensi penanggulangan degradasi moral serta potensi konflik sosial di kalangan pelajar. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang memandang bahwa tindakan perundungan, kekerasan fisik maupun verbal, serta intoleransi sekecil apa pun dapat merusak masa depan anak dan mencoreng citra dunia pendidikan.


Proses jalannya acara ini dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, H. Yopi Krislopa, SH, MM, yang memberikan pemaparan mendalam di hadapan para guru serta seluruh Kepala Sekolah SMP se-Kota Padang. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa institusi sekolah memegang mandat moral yang sangat besar untuk melindungi hak-hak anak didik selama berada di lingkungan sekolah.


“Sekolah tidak hanya bertanggung jawab memberikan pendidikan akademik, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, membangun sikap saling menghargai, serta menanamkan nilai-nilai toleransi kepada peserta didik,” ujar H. Yopi Krislopa, SH, MM, di hadapan para peserta rapat koordinasi.


Beliau menambahkan bahwa esensi dari dunia pendidikan modern adalah terciptanya ruang yang benar-benar aman bagi anak untuk belajar, berkembang, berinteraksi, dan mengekspresikan potensi diri. Setiap peserta didik berhak mendapatkan kebebasan dari rasa takut terhadap segala bentuk intimidasi, diskriminasi, maupun tindakan kekerasan dari pihak mana pun.


Melalui kegiatan pendampingan yang sistematis ini, Yopi berharap para pendidik dan tenaga kependidikan dapat semakin memahami langkah-langkah pencegahan secara preventif. Selain itu, para guru juga dituntut untuk lebih peka dalam mengenali potensi terjadinya perundungan sejak dini sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.


 Dampak positif yang ingin dicapai dari pelatihan ini adalah kemampuan instansional sekolah dalam melakukan penanganan secara cepat, tepat, dan profesional apabila ditemukan kasus kekerasan maupun intoleransi. Dengan demikian, tidak ada lagi ruang bagi tindakan penyimpangan di lingkungan institusi pendidikan formal di Kota Padang.


“Selain itu, diperlukan keterlibatan seluruh elemen sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga orang tua dalam membangun budaya sekolah yang positif,” pinta Yopi menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam ekosistem pendidikan.


Disdikbud Kota Padang sangat berharap agar kegiatan ini tidak sekadar berhenti sebagai agenda seremonial atau sosialisasi formal belaka. Program ini dirancang untuk dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dan konsisten dalam kehidupan sekolah sehari-hari oleh seluruh warga satuan pendidikan.


Melalui langkah nyata ini, diharapkan terwujud sebuah ekosistem pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan sikap saling menghormati antarsesama. Perlindungan terhadap hak setiap peserta didik untuk memperoleh pengajaran yang aman, damai, dan berkualitas merupakan harga mati yang harus diperjuangkan bersama.


Ke depannya, Disdikbud Kota Padang berencana akan terus melakukan evaluasi berkala serta memperluas jangkauan program pendampingan serupa ke jenjang satuan pendidikan lainnya. Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat luas diyakini mampu menekan angka perundungan hingga tuntas demi mencetak generasi emas Indonesia yang berkarakter luhur.

Editor :Kitti

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS