Pengaruh Budaya Tradisional terhadap Sikap Politik Gen Z - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Saturday, November 15, 2025

Pengaruh Budaya Tradisional terhadap Sikap Politik Gen Z



Oleh : Zahwa Meralda Jhonanda (2410833021) (Artikel ini ditulis untuk memenuhi nilai UTS Sosiologi Politik)



Di tengah perkembangan zaman yang serba cepat, Sering kali melihat bagaimana generasi muda beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Salah satu generasi yang paling menarik perhatian saat ini adalah Generasi Z. Gen Z dikenal sebagai generasi yang sangat terhubung dengan teknologi, tetapi di balik kemajuan tersebut, ada pengaruh kuat dari budaya tradisional yang membentuk pandangan dan sikap politik mereka. Dalam opini ini, saya ingin menjelaskan lebih dalam tentang bagaimana budaya tradisional memengaruhi sikap politik Gen Z, serta tantangan yang mereka hadapi dalam menggabungkan nilai-nilai lama dengan kebutuhan zaman sekarang. Budaya tradisional adalah bagian integral dari kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Budaya ini mencakup nilai-nilai, norma, dan kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Bagi Gen Z, meskipun tumbuh di tengah kemajuan teknologi, banyak dari gen z yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai yang diajarkan oleh keluarga dan sekitar. Misalnya, nilai-nilai seperti gotong royong, saling menghormati, dan kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari budaya yang masih relevan bagi mereka.

Ketika Gen Z terlibat dalam isu-isu politik, sering kali mengaitkan tindakan mereka dengan nilai-nilai ini. Hal ini terlihat dalam partisipasi dalam gerakan sosial yang mengadvokasi keadilan sosial dan lingkungan. Gen z tidak hanya bertindak untuk kepentingan diri sendiri, tetapi juga untuk kepentingan bersama, mencerminkan nilai-nilai kolektif yang telah ditanamkan dalam budaya mereka. Salah satu faktor yang membedakan Gen Z dari generasi sebelumnya adalah kemampuan untuk berinteraksi dengan media sosial. Platform seperti Instagram, Twitter, dan TikTok telah menjadi ruang bagi generasi ini untuk mengekspresikan diri dan berdiskusi tentang berbagai isu, termasuk politik. Media sosial bukan hanya tempat untuk berbagi foto atau video, tetapi juga menjadi arena di mana budaya tradisional bisa disebarkan dan diperbincangkan.

Di media sosial, banyak konten yang mengangkat tema budaya lokal, sejarah, dan nilai-nilai tradisional yang kemudian viral dan mengundang perhatian. Hal ini tidak hanya meningkatkan kesadaran Gen Z terhadap akar budaya mereka, tetapi juga menciptakan ruang untuk diskusi yang lebih luas mengenai identitas nasional dan politik. Mereka bisa belajar dan berkolaborasi dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda, serta mendiskusikan isu-isu politik dengan cara yang lebih menarik dan relatable.Namun, interaksi di media sosial juga membawa tantangan tersendiri. Diskusi yang seharusnya konstruktif kadang kali berubah menjadi perdebatan yang sengit antara pandangan tradisional dan modern. Fenomena ini bisa menciptakan ketegangan di antara anggota masyarakat, terutama ketika nilai-nilai tradisional dipertanyakan atau dianggap ketinggalan zaman.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh Gen Z adalah bagaimana cara menyeimbangkan antara menghormati tradisi dan mendorong perubahan. Seperti hal nya dalam konteks isu-isu kesetaraan gender, hak-hak LGBT, dan keadilan sosial, mereka sering kali menghadapi nilai-nilai tradisional yang lebih konservatif. Banyak Gen Z yang merasa bahwa perubahan itu penting, tetapi juga tidak ingin mengabaikan akar budaya .

Perdebatan ini menciptakan ruang yang menarik untuk diskusi. Gen Z berusaha untuk menemukan jalan tengah di mana dapat menghormati tradisi sambil mengadvokasi perubahan yang diperlukan. Misalnya, dalam isu kesetaraan gender, mereka mungkin berjuang untuk hak-hak perempuan dan representasi yang lebih baik tanpa harus menolak sepenuhnya nilai-nilai yang ada. Ini adalah proses yang kompleks dan membutuhkan pemikiran kritis serta kepekaan terhadap berbagai perspektif. Salah satu ciri khas Gen Z adalah kesadaran sosial yang tinggi sangat peka terhadap isu-isu seperti ketidakadilan sosial, dan pelanggaran hak asasi manusia. Budaya dan etika dapat berfungsi sebagai fondasi bagi aktivisme mereka.

Pendidikan juga memegang peranan penting dalam membentuk sikap politik Gen Z. Di sekolah-sekolah, mereka sering kali diajarkan tentang sejarah bangsa, nilai-nilai Pancasila, dan pentingnya partisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, tantangannya adalah bagaimana cara menyampaikan nilai-nilai ini agar relevan dengan konteks saat ini.Pendidikan yang baik tidak hanya mengajarkan fakta-fakta sejarah, tetapi juga mendorong siswa untuk berpikir kritis dan mempertanyakan nilai-nilai yang ada. Dengan cara ini, Gen Z dapat belajar untuk menghargai budaya tradisional sambil tetap terbuka untuk inovasi dan perubahan.

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS