Mengubah Wajah Wilayah Pesisir: Harapan Baru Kampung Nelayan Di Sumatera Barat - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Tuesday, April 28, 2026

Mengubah Wajah Wilayah Pesisir: Harapan Baru Kampung Nelayan Di Sumatera Barat


Aroma garam dan deru ombak adalah irama harian nelayan yang menyapa nelayan di pesisir Sumatera Barat (Sumbar). Namun, di balik potensi laut yang melimpah, ada kisah perjuangan klasik: keterbatasan sarana, kapal yang belum memadai, hingga kesejahteraan nelayan yang perlu ditingkatkan. 


Kini, secercah harapan baru hadir. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumbar bergerak progresif di tahun 2026, menggagas rencana strategis yang menitikberatkan pada pembangunan manusia dan infrastruktur nelayan melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).


Saat dikonfirmasi pada Selasa (28/4/2026), Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Syefdinon, S. Sos, M.M, menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata komitmen daerah yang selaras dengan program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. 


"Program Kampung Nelayan ini fokus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Sumbar. Kami ingin membangun infrastruktur, sarana, dan prasarana yang terintegrasi untuk memperkuat ekonomi nelayan secara langsung," ujar Syefdinon dengan optimis. 


Modernisasi dan Integrasi: Kunci 

Produktivitas


Syefdinon memaparkan,  KNMP bukan sekadar perbaikan rumah nelayan. Ini adalah transformasi kawasan menjadi lebih moderen, bersih, dan produktif. Gagasan besar ini mengusung konsep kawasan yang terintegrasi. 


"Pada satu kawasan kampung nelayan, akan dilengkapi dengan depot pengisian BBM kapal nelayan (SPBU Nelayan), sarana pascapanen, hingga gudang pendingin (cold strorage). Ini bertujuan meningkatkan taraf hidup dan kemandirian nelayan lokal," tambahnya. 


Program yang didanai oleh APBN/Pusat ini menargetkan kawasan pesisir dengan kebutuhan lahan seluas kurang lebih 2 hektar pet titik lokasi. Hal ini sejalan dengan rencana strategis nasional untuk mewujudkan kampung nelayan yang moderen. 


Menjawab Tantangan Stok Ikan 

Lokal


Salah data krusial yang diungkapkan Syefdinon adalah masih rendahnya pemenuhan kebutuhan ikan lokal di Sumbar yang hanya sekitar 40 persen. 


"Sekitar 60 persen ikan lokal saat ini masih dipenuhi oleh nelayan dari daerah lain yang menangkap di luar perairan Sumbar. 

Padahal, potensi laut kita sangat besar. Dengan program ini, kita ingin nelayan kita yang mengisi kebutuhan 60 persen tersebut," jelas Syefdinon. 


Kurangnya jumlah armada kapal yang moderen di Sumbar menjadi alasan mengapa konsep kampung nelayan yang terintegrasi ini menjadi krusial. 


Sinergi Koperasi Desa Merah Putih


Strategi DKP Sumbar tidak berhenti pada fisik bangunan. Untuk memastikan keberlanjutan ekonomi, DKP Sumbar menggandeng Koperasi Desa Merah Putih (KMP) sebagai pengelola kawasan. 


"Ini adalah peluang besar bagi Koperasi Desa Merah Putih di Sumbar. KMP akan memacu perekonomian lokal, membantu akses permodalan, serta pemasaran hasil tangkapan nelayan. KMP akan menjadi jantung ekonomi di kampung nelayan baru ini," kata Syefdinon. 


Pada intinya, program Kampung Nelayan Merah Putih yang dicanangkan DKP Sumbar di bawah komando Syefdinon diharapkan menjadi game changer bagi masyarakat pesisir. 


Dengan sentuhan modernisasi, sarana lengkap, dan sinergi koperasi, nelayan Sumbar kini memiliki arah untuk melaut tidak hanya dengan otot, tetapi dengan teknologi dan kelembagaan yang kuat. 


"Pesisir Sumbar tidak lagi hanya menjadi tempat bersandar perahu kecil, melainkan kawasan terintegrasi yang menjanjikan kesejahteraan," pungkasnya.(Obral Chaniago).

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS